Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Selasa. Penurunan karena ekspor minyak mentah dari Timur Tengah yang tetap kuat, serta pelepasan cadangan darurat oleh G7 yang meredakan kekhawatiran pasokan.

Dilansir dari CNBC pada Selasa, 6 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent turun 4 sen menjadi US$100,28 per barel pada pukul 00.03 waktu setempat. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 11 sen atau 0,1 persen menjadi US$89,33 per barel.

Harga minyak relatif stabil setelah penurunan kemarin, karena para pedagang terus mencerna meredanya kekhawatiran pasokan. Kenaikan volume ekspor Arab Saudi dan keputusan G7 untuk melepas cadangan strategis membantu menahan kenaikan harga untuk saat ini, meskipun harga Brent masih bertahan di sekitar level US$100,”

kata Kepala Analis KCM Trade Tim Waterer.

Ekspor Minyak Timur Tengah

Ilustrasi kapal tanker pembawa bahan bakar minyak (BBM). (Sumber: Unsplash/Georg Eiermann)
Ilustrasi kapal tanker pembawa bahan bakar minyak (BBM). (Sumber: Unsplash/Georg Eiermann)

Data pengiriman yang dirilis pada Senin menunjukkan, ekspor minyak mentah dari Timur Tengah melampaui level sebelum perang selama empat hari pada pekan terakhir September. Hal ini menunjukkan ketahanan arus minyak regional meskipun terjadi serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Untuk semakin meredakan kekhawatiran terkait pasokan, negara-negara G7 pada Jumat sepakat untuk melepaskan 100 juta barel solar dan minyak mentah dari cadangan darurat, serta berjanji untuk tidak memberlakukan pembatasan ekspor energi setelah mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump.

Namun, konflik antara Arab Saudi dan pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman terus memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan dari eksportir minyak terbesar di kawasan tersebut. Kekhawatiran itu muncul di tengah kebuntuan dalam perundingan antara AS dan Iran.

Kelompok Houthi di Yaman pada Senin mengatakan, mereka telah melancarkan serangan terhadap beberapa lokasi di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, kilang Aramco di Rabigh, dan bandara Abha. Namun, belum ada konfirmasi langsung dari pihak Arab Saudi.