Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026. Rupiah menguat tipis 0,02 persen atau 4 poin ke level Rp17.913 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan penguatan rupiah didorong oleh data ISM Service AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data ISM Service AS yang lebih lemah,”

ujar Lukman kepada Owrite Selasa, 6 Oktober 2026.

Menguat Terbatas

Mata uang Rupiah dan Dollar AS
Mata uang Rupiah dan Dollar AS/Doc. Owrite/Acel

Namun, Lukman memperkirakan bahwa penguatan rupiah akan terbatas karena masih tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan harga minyak mentah dunia.

Penguatan diperkirakan terbatas oleh masih tingginya imbal hasil obligasi AS dan minyak mentah dunia,”

katanya.

Di samping itu, Lukman mengatakan bahwa saat ini investor juga masih wait and see menantikan rilis data ekonomi domestik pekan ini mulai dari cadangan devisa, kepercayaan konsumen, hingga penjualan ritel.

Investor juga masih wait and see menantikan rilis data ekonomi domestik pekan ini,”

tuturnya.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat di kisaran Rp17.850 per dolar AS hingga Rp17.950 per dolar AS.