Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat pada Selasa, 6 Oktober 2026. Rupiah menguat 0,10 persen ke Rp17.899 per dolar AS, dan IHSG menghijau sebesar 1,21 persen ke 6.192.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia turut menguat diantaranya Ringgit Malaysia (MYR) 0,01 persen, Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,02 persen.
Kemudian Dolar Singapura (SGD) naik 0,07 persen, Baht Thailand (THB) menguat 0,18 persen, Won Korea (KRW) menguat 0,24 persen terhadap dolar AS.
Sentimen Rupiah

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan setimen rupiah berasal dari laporan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Agustus yang berada di bawah ekspektasi.
Secara keseluruhan, data ketenagakerjaan dan inflasi yang lebih lemah ini telah mengurangi kemungkinan adanya kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan tanggal 27-28 Oktober mendatang,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Selasa, 6 Oktober 2026.
Sementara itu, pasar juga tengah menantikan rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September pada Rabu, serta data klaim awal tunjangan pengangguran pada Kamis.
Saham Naik

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp12,3 triliun dengan melibatkan 48,2 miliar saham dalam 1,8 juta kali transaksi. Sebanyak 489 saham naik, 120 tidak bergerak, dan 183 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) menguat 34,78 persen ke Rp62
- PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) menguat 34,15 ke Rp110
- PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) naik 32 persen ke Rp33






