Harga minyak dunia naik lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu, setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan terhadap Arab Saudi. Kondisi itu memicu kekhawatiran atas pasokan minyak mentah Timur Tengah, meskipun pasokan mulai pulih.

Dilansir dari CNBC pada Rabu, 7 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Desember naik 1,17 persen menjadi US$101,76 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman November naik 1,26 persen menjadi US$90,57 per barel.

Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan bahwa volume minyak yang dialirkan melalui Pipa Timur-Barat (East-West Pipeline) telah mencapai 5,8 juta barel hingga Selasa pagi.

Serang Bandara Arab Saudi

Pasukan Houthi mengangkat senjata.
Pasukan Houthi mengangkat senjata. (jiss.org.il)

Kendati demikian, kekhawatiran akan adanya gangguan pasokan lebih lanjut di Timur Tengah masih membebani sentimen pasar. 

Otoritas penerbangan Arab Saudi melaporkan bahwa pada Selasa, bandara-bandara negara tersebut di Jazan dan Najran menjadi sasaran dalam dua serangan, di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran dan Kerajaan Arab Saudi.

Minyak Terjebak Geopolitik

Chief Investment Officer Zaye Capital Markets, Naeem Aslam mengatakan harga minyak masih terjebak di antara kondisi pasokan fisik yang membaik dan risiko geopolitik yang terus berlanjut.

Menurutnya, kemampuan kelompok Houthi di Yaman yang terus bertahan untuk menargetkan fasilitas minyak yang berjarak ratusan kilometer dari perbatasan membuat risiko terjadinya kembali gangguan pasokan minyak mentah berskala besar tetap ada dan tinggi.

Risiko ini dapat memburuk jika kelompok Houthi merasa perlu meningkatkan tekanan akibat kehilangan lebih banyak wilayah,”

kata Analis pasar senior di platform perdagangan valuta asing XS.com, Samer Hasn.