Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah terus menertibkan aktivitas tambang ilegal dan penyelundupan sebagai bagian dari upaya menyelamatkan kekayaan negara.

Prabowo mengatakan pemerintah telah menguasai kembali tambang-tambang ilegal yang sebelumnya beroperasi tanpa izin.

Saudara-saudara (menteri kabinet) juga telah menguasai kembali tambang-tambang ilegal. Seluas 14 juta. Yang terakhir 14 ribu. Tapi dari sekian ribu hektare itu, ada ratusan tambang yang sudah kita kuasai,”

kata Prabowo saat Penyerahan Denda Administratif dan Kawasan Hutan Tahap 8, di Jakarta, dikutip Rabu, 7 Oktober 2026.

Pemberantasan Penyelundupan

Ilustrasi Pertambangan
Ilustrasi Pertambangan/Doc. Owrite/Acel

Selain penertiban tambang ilegal, Prabowo menyoroti upaya pemberantasan penyelundupan. Ia mengatakan Bea Cukai telah berhasil menangkap dan membongkar puluhan kasus penyelundupan dengan nilai mencapai triliunan rupiah.

Saya pantau Bea Cukai telah berhasil menangkap dan membongkar puluhan peristiwa penyelundupan. Yang nilainya juga triliunan,”

ujar Prabowo.

Prabowo pun menyinggung penertiban penyelundupan timah di Bangka. Menurut dia, praktik tersebut telah ditekan meski masih ada penyelundupan yang lolos.

Di Pulau Bangka, penyelundupan timah sudah kita mitigasi, kita kurangi. Masih ada yang lolos, tapi kita sudah tertibkan dengan keras,”

tegas Prabowo.

Laba PT Timah Naik

Kantor Pusat PT Timah Tbk. (Sumber: Dok. PT Timah)
Kantor Pusat PT Timah Tbk. (Sumber: Dok. PT Timah)

Ia kemudian mencontohkan dampak penertiban tersebut terhadap PT Timah. Prabowo menyebut keuntungan perusahaan itu meningkat 900 persen dalam satu tahun.

PT Timah yang selama ini rugi, dalam satu tahun keuntungannya naik 900 persen. Dalam satu tahun,”

ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, penertiban tambang ilegal dan penyelundupan merupakan bagian dari upaya pemerintah mengembalikan kekayaan negara dan memastikan sumber daya alam memberikan manfaat bagi masyarakat.