Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap sejumlah kementerian yang akan berada dalam koordinasi kementerian koordinator baru tersebut.
Bahlil menyebut Kementerian ESDM serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai kementerian yang sudah pasti masuk dalam lingkup koordinasi. Sementara Kementerian Perindustrian masih menjadi salah satu opsi karena berkaitan langsung dengan agenda industrialisasi.
Ya mungkin ada 1-2 kementerian lagi yang terkait dengan industrialisasi. Kalau kita bicara hilirisasi kan kita bicara industrialisasi. Karena instrumen daripada hilirisasi untuk mencapai nilai tambah ya industri. Mungkin juga Kementerian Perindustrian,”
kata Bahlil saat di sela-sela Investor Daily Summit di Jakarta, dikutip Kamis, 8 Oktober 2026.
Belum Final

Menurut Bahlil, struktur koordinasi tersebut belum sepenuhnya final karena masih terdapat kementerian lain yang kemungkinan akan ditempatkan di bawah Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Penentuan kementerian terkait juga akan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan agenda hilirisasi dan industrialisasi.
Pembentukan kementerian koordinator baru ini diarahkan untuk mempercepat pelaksanaan program hilirisasi dan transisi energi yang menjadi bagian dari agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil sebelumnya mengatakan dua agenda tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Dia juga menempatkan penugasan barunya sebagai bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi, dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan,”
ujar Bahlil.
Kantor Menumpang di ESDM

Dari sisi kelembagaan, operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi untuk sementara masih akan menggunakan kantor Kementerian ESDM.
Bahlil mengatakan penggunaan kantor ESDM menjadi langkah sementara sambil pemerintah melihat perkembangan kebutuhan organisasi kementerian koordinator baru tersebut.
Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100 persen, 90 persen itu ada di sektor ESDM,”
papar Bahlil.
Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi tersebut menempatkan agenda peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan transisi energi dalam satu koordinasi.
Kementerian ESDM mencatat pemerintah memang mengarahkan kedua agenda tersebut untuk dijalankan secara lebih terintegrasi, terutama di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.






