Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Tak Berdaya ke Rp17.915 per Dolar AS, IHSG Melemah 1,88 Persen

Rupiah ditutup melemah 0,16 persen ke level Rp17.915 per dolar AS, dan IHSG melemah 1,88 persen ke level 6.031.

Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). ( ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.)

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah pada Kamis, 8 Oktober 2026. Rupiah melemah 0,16 persen ke level Rp17.915 per dolar AS, dan IHSG melemah 1,88 persen ke level 6.031.

Berdasarkan data perdagangan sore ini mayoritas nilai tukar Asia melemah melawan dolar AS. Hal itu diantaranya Peso Filipina (PHP) melemah 0,21 persen, Won Korea (KRW) melemah 0,17 persen.

Kemudian Dolar Singapura (SGD) melemah sebesar 0,11 persen, Yen Jepang (JPY) melemah 0,08 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,04 persen, dan Rupee India (INR) melemah 0,01 persen.

Iklan

Sentimen Rupiah

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut. Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman membuat pasar waspada. 

Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran juga membuat pasar waspada terhadap kemungkinan gangguan pasokan lebih lanjut, terutama setelah kelompok tersebut menyerang kilang minyak di Riyadh awal pekan ini,”

kata Ibrahim dalam keterangannya Kamis, 8 Oktober 2026.

Selain itu, pasar saat ini memperkirakan Bank Sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tanggal 27-28 Oktober 2026. Hal itu menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada September. 

Namun, risiko inflasi yang terus berlanjut, yang sebagian didorong oleh tingginya harga energi membuat kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan Desember tetap terbuka,”

tuturnya.

Saham Melemah

Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/rwa)

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp12,6 triliun dengan melibatkan 60,5 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 171 saham naik, 119 tidak bergerak, dan 497 turun.

Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:

  • PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) melemah 14,67 persen ke Rp384
  • PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melemah 14,39 persen ke Rp238
  • PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) melemah 12,12 persen ke Rp29

Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp299,69 miliar
  • PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp147,37 miliar
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp41,48 miliar

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.