Pemerintah memperkirakan rangkaian proyek tersebut dapat menciptakan sekitar 13 ribu lapangan kerja baru. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pengembangan kawasan IWIP diarahkan untuk membentuk ekosistem industri kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produksi dan daur ulang baterai.
“Ini akan menjadikan whole ecosystem sudah ada di sini. (Indonesia) akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan ujung hilirisasi ini adalah industrialisasi. Dengan proyek-proyek yang baru ini, ini akan menyebabkan (Indonesia) mempunyai the whole ecosystem of EV battery sampai dengan daur ulang baterai,”
ujar Rosan, dikutip Jumat, 9 Oktober 2026.
Selain ekspor perdana sel baterai litium, proyek yang memasuki tahap komersial mencakup PT Blue Sparking Energy, yang memproduksi material baterai berbasis nikel dengan kapasitas 67.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun.
Ada pula PT REPT Battero Indonesia dengan kapasitas produksi sel baterai kendaraan listrik sebesar 8 gigawatt-jam (GWh) per tahun, PT Pioneer Aluminium Industries dengan kapasitas aluminium elektrolitik 300.000 ton per tahun, serta PT XCMG Indonesia Manufacturing yang mengembangkan alat berat listrik dengan kapasitas 700 unit per tahun.
Adapun tujuh proyek baru yang mulai dibangun mencakup fasilitas produksi material baterai berbasis nikel, separator baterai, elektrolit baterai, aluminium elektrolitik, kendaraan berat listrik, dan kaca fotovoltaik untuk mendukung industri energi surya.
Rosan berujar pengembangan industri hilir berpotensi mendorong aktivitas ekonomi nasional sekaligus memberi dampak bagi wilayah sekitar kawasan industri.
“Hilirisasi dan industrialisasi adalah agenda utama nasional yang tentunya akan memberikan dampak positif secara ekonomi kepada nasional dan daerah sekitarnya, yang pada saat ini adalah Maluku Utara,”
tutur Rosan.
Dari sisi regional, realisasi investasi Maluku Utara sejak 2021 hingga Juni 2026 tercatat Rp423,7 triliun. Pada semester I 2026, investasi mencapai Rp65,4 triliun, meningkat 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kabupaten Halmahera Tengah mencatat realisasi investasi Rp55,7 triliun pada periode tersebut.
Ekonomi Maluku Utara juga tumbuh 15,35 persen pada triwulan II 2026, tertinggi di antara 38 provinsi. Industri pengolahan menyumbang hampir separuh produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi itu.
Sementara itu, surplus perdagangan pada 2025 mencapai Rp31,1 triliun dengan ekspor yang didominasi produk olahan nikel.