Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rosan Klaim Sepanjang Semester I-2026 Investasi ke RI Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliuna atau tumbuh 7,2 persen dari tahun lalu.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani. (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani. (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)

Realisasi investasi Indonesia pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut sektor hilirisasi semakin berperan dalam mendorong investasi nasional, dengan kontribusi yang meningkat menjadi 35 persen.

Rosan melaporkan capaian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara peletakan batu pertama 11 proyek ekosistem hilirisasi nikel dan ekspor perdana baterai di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara.

Bapak Presiden izinkan saya melaporkan, memang investasi di kuartal, di semester I-2026 ini alhamdulillah mencapai realisasi investasi Rp 1.010,6 triliun tumbuh 7,2 persen dan menyerap lebih dari 1,4 juta orang,”

ujar Rosan, dikutip Jumat, 9 Oktober 2026.

Investasi Hiilirisasi Meningkat

Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)
Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)

Menurut Rosan, porsi investasi sektor hilirisasi terhadap total investasi nasional meningkat dalam dua tahun terakhir. Jika sebelumnya kontribusinya sekitar 25 persen, kini angkanya telah mencapai 35 persen.

Iklan

Nah dari total investasi tersebut, angka hilirisasi meningkat. Dalam dua tahun terakhir ini yang tadinya kontribusi hilirisasi 25 persen sudah mencapai 35 persen dari total investasi yang masuk,”

beber Rosan.

Mengalir ke Luar Jawa

Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)

Dari sisi persebaran wilayah, investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan kontribusi sebesar 75 persen. Angka tersebut menunjukkan besarnya porsi penanaman modal yang mengalir ke luar pusat ekonomi utama di Jawa.

Rosan juga menyoroti perkembangan industri pengolahan di Maluku Utara. Menurut dia, kawasan industri di wilayah tersebut telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah dan mendorong perubahan dari wilayah yang dikenal sebagai daerah pertambangan menjadi pusat industri pengolahan.

Salah satu indikator yang disampaikan Rosan adalah surplus perdagangan Maluku Utara yang mencapai Rp31,1 triliun pada 2025. Ekspor dari kawasan itu didominasi produk olahan berbasis nikel, antara lain feronikel, nikel matte, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nikel sulfat, dan kobalt.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.