Harga minyak dunia akhir-akhir ini melonjak tinggi hingga mencapai level US$100 per barel. Bahkan, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) kini sudah mencapai US$91,9 per barel, atau naik dari target asumsi 2026 yang dipatok sebesar US$70 per barel.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Ferry Ardiyanto, mengatakan kenaikan harga minyak dunia akan memberikan dampak ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), utamanya subsidi dan kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG.
Jadi memang kenaikan harga minyak mentah Indonesia sekitar US$91 perlu dicermati secara menyeluruh, karena memberikan dampak terhadap penerimaan maupun belanja negara, terutama subsidi dan kompensasi,”
katanya di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Senin, 12 Oktober 2026.
Ferry menjelaskan, dari sisi belanja naiknya harga minyak dunia akan meningkatkan kebutuhan subsidi dan kompensasi. Beban akan terasa bila pemerintah memutuskan menahan harga BBM dan LPG bersubsidi.







