Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Minyak Brent Turun ke US$102 per Barel Pasca-Pernyataan Trump Soal Fasilitas Energi

Harga minyak diperkirakan tetap bergejolak dalam waktu dekat seiring berlanjutnya konflik Amerika Serikat-Iran.

Ilustrasi geopolitik minyak dunia, Oktober 2026.
Ilustrasi geopolitik minyak dunia, Oktober 2026. (Dibuat oleh AI)

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, sejalan dengan optimisme membaiknya pasokan setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina tidak akan menyerang fasilitas energi satu sama lain. Sementara, Iran menghubungi Arab Saudi menyusul serangan kelompok Houthi terhadap kerajaan tersebut.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Desember turun 1,65 persen menjadi US$102,99 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman November turun 1,92 persen menjadi US$90,09 per barel.

“Mulai saat ini, ada gencatan senjata energi dalam perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua belah pihak telah menyetujuinya. Jangan melanggar!”

kata Trump dalam pernyataan di media sosial dikutip dari CNBC, hari ini.

Kemudian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, dalam sebuah unggahan di media sosial, bahwa negaranya mendukung gencatan senjata dan meminta Rusia bersikap serupa.

Iklan

“Ukraina mendukung gencatan senjata ini dan penting bagi Rusia untuk mendukungnya juga,”

ujar Zelensky.

Kesepakatan Trump dan Putin

Prospek lebih banyak pasokan energi Rusia yang masuk ke pasar juga meningkat, setelah pencapaian kesepakatan dengan AS. Pada Jumat, Trump mengatakan Rusia akan memasok lebih dari 4 juta ton solar ke pasar global berdasarkan kesepakatan yang dicapai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui percakapan telepon.

Menurut kantor berita resmi Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menelepon Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah. Mereka membahas eskalasi situasi yang terjadi di kawasan baru-baru ini serta upaya untuk mengatasinya.

Al Jazeera melaporkan bahwa Araghchi mengatakan Iran siap memberikan bantuan untuk memfasilitasi dimulainya dialog antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Harga Minyak Diramal Bergejolak

Harga minyak diperkirakan tetap bergejolak dalam waktu dekat seiring berlanjutnya konflik AS-Iran. Sementara dampak Badai Isaias terhadap produsen energi AS juga berpotensi mengganggu pasokan.

“Tekanan terhadap harga minyak berpotensi tetap mengarah pada kenaikan karena Badai Isaias menguat menjadi Kategori 3 dengan kecepatan angin mencapai 120 mil per jam saat mendekati pesisir Teluk AS. Kondisi ini memaksa produsen energi mengurangi produksi lepas pantai,”

kata UOB dalam catatannya pada Senin.

“Di sisi lain, serangan rudal Houthi terhadap bandara Riyadh di Arab Saudi pada hari Sabtu, yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang, telah secara signifikan meningkatkan premi risiko di Timur Tengah,”

ujar UOB.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.