Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Di Hadapan Presiden Bank Dunia, Suahasil Tegaskan Komitmen Jaga Defisit APBN dan Utang

Defisit APBN per September 2026 tercatat Rp319 triliun atau 1,24 persen dari PDB dan posisi utang pemerintah mencapai Rp10.293,69 triliun.

Suahasil Keuangan
Suahasil Keuangan/Doc. Owrite/Acel

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyatakan pemerintah akan menjaga kredibilitas fiskal. Hal itu dengan berkomitmen menjaga defisit tetap dalam batas 3 persen dan rasio utang sebesar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pernyataan itu disampaikan Suahasil dalam pertemuan bilateral dengan Presiden World Bank Group, Ajay Banga, di Bangkok, Thailand. Ia mengatakan, kredibilitas penting dijaga sebagai fondasi pembangunan ekonomi, sekaligus mendukung prioritas pembangunan Presiden Prabowo Subianto.

Satu-satunya mata uang yang kami miliki adalah kredibilitas. Karena itu, kami ingin menjaga kredibilitas kami dan menegaskan kembali komitmen terhadap defisit anggaran 3 persen serta rasio utang 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),”

ujar Suahasil dalam keterangan resmi Selasa, 13 Oktober 2026.

Berdasarkan data Kemenkeu, defisit APBN per September 2026 tercatat sebesar Rp319 triliun atau 1,24 persen dari PDB. Sedangkan posisi utang pemerintah mencapai Rp10.293,69 triliun per Juni 2026 atau 41,26 persen terhadap PDB.

Iklan

Dukung Program Prioritas

Menteri Keuangan Suahasil Nazara usai melantik 14 Pejabat di Lingkungan Kemenkeu. (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara usai melantik 14 Pejabat di Lingkungan Kemenkeu. (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Suahasil melanjutkan, untuk kebijakan fiskal diarahkan mendukung prioritas Pemerintah. Hal itu diantaranya ketahanan pangan dan energi, pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan pendidikan, penguatan usaha kecil dan menengah, serta hilirisasi sumber daya alam. 

Suahasil juga menekankan pentingnya pendalaman sektor keuangan dan penciptaan lapangan kerja dengan nilai tambah yang lebih baik. Untuk sektor keuangan, ia mendorong pendekatan pengembangan yang terpadu agar pendalaman dan inklusi keuangan berjalan seiring dengan stabilitas ekonomi. 

Sementara itu, World Bank Group menyambut baik agenda tersebut termasuk dukungan teknis bagi pendalaman pasar modal domestik, Bank Dunia juga menyatakan dukungannya terhadap agenda hilirisasi sumber daya alam Indonesia agar nilai tambah dapat dinikmati di dalam negeri.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.