Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,17 persen atau 30 poin ke level Rp17.943 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah didorong oleh memanasnya konflik di Timur Tengah. Kondisi itu membuat harga minyak dunia kembali melonjak.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah memanasnya geopolitik di Timur Tengah yang memicu harga minyak mentah dunia kembali naik,”
kata Lukman kepada Owrite.id.
Sentimen Dalam Negeri
Sedangkan dari dalam negeri, Lukman mengatakan bahwa tekanan rupiah berasal dari kecenderungan investor menghindari aset berisiko (risk-off) serta arus modal keluar (outflow) yang masih berlangsung di pasar saham domestik.






