Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Bahlil Tutup Era Ekspor Bahan Mentah, Investor Diminta Bangun Industri di RI

Bahlil mengajak investor menanamkan modal langsung di Indonesia agar pengolahan bahan baku dan pengembangan industri dilakukan dalam negeri.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam pidatonya di Trade Expo Indonesia ke-41, ICE BSD, Tangerang, Rabu, 14 Oktober 2026. (Sumber: Youtube Kementerian Perdagangan)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam pidatonya di Trade Expo Indonesia ke-41, ICE BSD, Tangerang, Rabu, 14 Oktober 2026. (Sumber: Youtube Kementerian Perdagangan)

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia akan mengakhiri ketergantungan pada ekspor bahan mentah dengan memperluas hilirisasi ke berbagai sektor strategis. 

Pemerintah menargetkan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri mampu meningkatkan nilai ekspor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga mengajak investor menanamkan modal langsung di Indonesia agar pengolahan bahan baku dan pengembangan industri bernilai tambah dapat dilakukan di dalam negeri.

Bapak, Ibu semua investor, kami meyakinkan kepada Bapak, Ibu bahwa Indonesia ke depan tidak lagi menjadi negara yang hanya mengekspor bahan baku. Kami tahu betul beberapa negara yang sudah menjalankan industrialisasi dengan mengharapkan bahan baku dari Indonesia, itu awalnya merasa terganggu betul,”

kata Bahlil dalam pidatonya di Trade Expo Indonesia ke-41, ICE BSD, Tangerang, Rabu, 14 Oktober 2026.

Penghentian Ekspor Bijih Nikel

Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)
Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)

Bahlil mencontohkan kebijakan penghentian ekspor bijih nikel yang menurut pemerintah menjadi pendorong pertumbuhan nilai ekspor produk berbasis mineral tersebut. Nilai ekspor nikel yang tercatat sebesar US$3,3 miliar meningkat menjadi US$34 miliar pada 2023, kemudian menembus US$40 miliar pada 2025. Untuk 2026, pemerintah membidik nilai ekspor sektor nikel minimal US$45 miliar.

Iklan

Target tersebut dikaitkan dengan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik yang mencakup rantai produksi dari hulu hingga hilir.

Begitu kita menyetop ekspor ore nikel, kita membangun industrialisasi, kita membangun hilirisasi, kita membangun ekosistem baterai mobil dari hulu ke hilir sampai dengan battery pack, alhamdulillah nilai ekspor kita untuk di sektor mineral nikel aja pada tahun 2023 sudah mencapai US$34 miliar, dan di tahun 2025 sudah lebih di angka US$40 miliar, dan di tahun 2026 saya targetkan minimal di angka US$45 miliar,”

jelasnya.

Pemerintah juga ingin menjadikan hilirisasi sebagai strategi untuk memperbesar nilai tambah sumber daya alam sebelum dipasarkan ke luar negeri. 

Dorong Energi Bersih

Pengunjung melihat mesin kendaraan berbasis baterai listrik yang dihadirkan saat acara Public Announcement HEV Battery Deeper Localization TMMIN-CATL di Nusantara International Conference and Event (NICE) Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pengunjung melihat mesin kendaraan berbasis baterai listrik yang dihadirkan saat acara Public Announcement HEV Battery Deeper Localization TMMIN-CATL di Nusantara International Conference and Event (NICE) Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang, Banten. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Iqbal/wsj)

Selain mineral, kebijakan tersebut diarahkan untuk menjangkau berbagai komoditas strategis guna memperkuat kemandirian industri nasional.

Bahlil pun mendorong investor asing memanfaatkan peluang investasi di Indonesia, terutama untuk mengembangkan industri yang ditopang energi baru dan terbarukan (EBT). Menurut dia, penggunaan energi bersih semakin relevan di tengah kecenderungan pasar global yang mengutamakan produk ramah lingkungan.

Dan karena itu, saya menyampaikan kepada Bapak, Ibu semua, lakukan investasi di sini saja. Kita akan mendorong memberikan dengan energi baru terbarukan. Karena produk global sekarang itu akan lebih cenderung untuk mencari produk yang green energy dan green industry,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.