Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia akan mengakhiri ketergantungan pada ekspor bahan mentah dengan memperluas hilirisasi ke berbagai sektor strategis.
Pemerintah menargetkan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri mampu meningkatkan nilai ekspor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga mengajak investor menanamkan modal langsung di Indonesia agar pengolahan bahan baku dan pengembangan industri bernilai tambah dapat dilakukan di dalam negeri.
Bapak, Ibu semua investor, kami meyakinkan kepada Bapak, Ibu bahwa Indonesia ke depan tidak lagi menjadi negara yang hanya mengekspor bahan baku. Kami tahu betul beberapa negara yang sudah menjalankan industrialisasi dengan mengharapkan bahan baku dari Indonesia, itu awalnya merasa terganggu betul,”
kata Bahlil dalam pidatonya di Trade Expo Indonesia ke-41, ICE BSD, Tangerang, Rabu, 14 Oktober 2026.
Penghentian Ekspor Bijih Nikel

Bahlil mencontohkan kebijakan penghentian ekspor bijih nikel yang menurut pemerintah menjadi pendorong pertumbuhan nilai ekspor produk berbasis mineral tersebut. Nilai ekspor nikel yang tercatat sebesar US$3,3 miliar meningkat menjadi US$34 miliar pada 2023, kemudian menembus US$40 miliar pada 2025. Untuk 2026, pemerintah membidik nilai ekspor sektor nikel minimal US$45 miliar.







