Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Imbas Konflik Houthi: Brent Tembus US$107,02 per Barel

Paul Tudor Jones memperkirakan harga minyak kemungkinan kembali naik US$20-US$25 akibat konflik di Iran. Situasi masih dinamis.

Diagram minyak Brent
Diagram minyak Brent. (pintu.co.id)

Harga minyak dunia naik lebih dari 1 persen pada Rabu, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan. Kondisi ini didorong oleh peningkatan ketegangan di Timur Tengah akibat pertempuran antara kelompok Houthi—yang didukung Iran—dan Arab Saudi.

Dilansir dari CNBC pada Rabu, 14 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Desember naik 1,24 persen menjadi US$107,02 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 1,18 persen menjadi US$95,25 per barel.

Houthi-Arab Memanas

Pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Hal itu menyusul serangan mematikan terhadap bandara utama Riyadh oleh kelompok Houthi yang didukung Teheran, di Yaman.

Iklan

Menurut Al Jazeera, terminal energi dan cadangan bahan bakar milik Houthi di Yaman diserang oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Seorang juru bicara menyatakan bahwa langkah pencegahan telah diambil untuk menghindari dampak kerusakan terhadap warga sipil.

Sementara itu, ketegangan antara AS dan Iran juga terus memanas. Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah pernyataan komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran, dan setiap kapal perang Angkatan Laut AS yang mendekat bakal ditenggelamkan.

“Komandan angkatan laut IRGC tidak memiliki angkatan laut, Pasukan Amerika dan mitra regional secara jelas mengendalikan Selat Hormuz,”

kata CENTCOM dalam sebuah unggahan di X.

Diproyeksi Terus Melonjak

Menurut Manajer Hedge Fund sekaligus pedagang komoditas ternama, Paul Tudor Jones, harga minyak kemungkinan kembali naik US$20-US$25 akibat konflik di Iran.

“Saya mengambil posisi beli minyak, saya optimistis terhadap minyak. Saya pikir harga masih bisa naik US$20 atau US$25 lagi,”

ujar pendiri sekaligus kepala investasi Tudor Investment tersebut.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.