Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Emiten Sawit Kena Sanksi Karhutla, Operasional Diklaim Tak Terganggu

Karhutla tidak berdampak pada operasional JAWA, sehingga target produksi dipastikan akan sesuai dengan rencana dan proyeksi perseroan.

Seorang warga berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026).
Seorang warga berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj.)

Emiten perkebunan karet dan kelapa sawit, PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) mengungkapkan telah mendapat sanksi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Namun, sanksi itu dipastikan tidak berdampak terhadap kelangsungan usaha perseroan.

Dilansir dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), jawaban itu diberikan sebagai tanggapan atas surat permintaan penjelasan bursa bernomor S-13048/BEI.PP1/10-2026 terkait meningkatnya kejadian Karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.

Perseroan dikenakan sanksi administratif terkait kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sanksi tersebut tidak berdampak terhadap kelangsungan usaha Perseroan,”

kata manajemen dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.

Perseroan mengatakan, memiliki usaha perkebunan sawit di Desa Raden, Kurau, Tanah Laut, Kalimantan Selatan dan Desa Ranggang Dlm, Takisung, Tanah Laut ,Kalimantan Selatan. Usaha itu dikelola entitas anak yakni PT Kintap Jaya Wattindo (Kebun Pelaihari I dan Kebun Pelaihari II).

Iklan

Kontribusi total produksi TBS Kebun Pelaihari I dan Kebun Pelaihari II sebesar 3,9 persen dari keseluruhan produksi TBS yang dimiliki oleh Kintap Jaya Wattindo. Hasil dari Kebun Pelaihari tidak dijual ke pihak luar, kedua kebun tersebut hanya menyalurkan TBS ke pabrik Kintap Jaya Wattindo untuk memproduksi CPO. 

Tak Berdampak ke Operasional

Petani memanen buah sawit di Kalimantan Tengah (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Petani memanen buah sawit di Kalimantan Tengah (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Manajemen mengatakan, karhutla tidak berdampak pada operasional JAWA. Sehingga, target produksi dipastikan akan sesuai dengan rencana dan proyeksi perseroan.

Kejadian kebakaran hutan dan lahan tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional Perseroan. Dengan demikian, target produksi Perseroan untuk tahun 2026 tetap berjalan sesuai dengan rencana dan proyeksi yang telah disampaikan dalam laporan tahunan,”

jelasnya.

Manajemen menuturkan, JAWA sudah memiliki strategi untuk memitigasi dampak karhutla. Salah satunya, melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi area perkebunan, serta menempatkan staf di lapangan untuk melakukan pemeriksaan secara langsung. 

Selain itu, JAWA juga sudah melakukan upaya pencegahan melalui peningkatan kewaspadaan di area perkebunan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait (tim satgas karhutla) guna memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila ditemukan indikasi kebakaran. 

Perseroan juga telah memiliki sarana dan prasarana penanggulangan karhutla tersebut,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.