Pemerintah menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia mencapai sedikitnya US$45 miliar pada 2026. Target tersebut bertumpu pada kebijakan hilirisasi yang mendorong kenaikan nilai ekspor nikel dari tahun ke tahun.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pengolahan sumber daya alam dalam negeri menjadi langkah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,”
kata Bahlil dalam pidato pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Tangerang, dikutip pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Kinerja ekspor nikel juga menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk menunjukkan dampak kebijakan tersebut.






