Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Kecanduan Hilirisasi, Pemerintah Bidik Ekspor Nikel Tembus US$45 Miliar pada 2026

Dampak hilirisasi tidak hanya tercermin dari kenaikan nilai ekspor. Kebijakan ini juga berpotensi memperbesar peran pengusaha nasional.

Petugas memberikan penjelasan tentang material nikel dipamerkan dalam peluncuran program hilirisasi oleh Presiden Prabowo Subianto di kawasan industri Weda Bay, Desa Lelilef, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Petugas memberikan penjelasan tentang material nikel dipamerkan dalam peluncuran program hilirisasi oleh Presiden Prabowo Subianto di kawasan industri Weda Bay, Desa Lelilef, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). ( ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/nz)

Pemerintah menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia mencapai sedikitnya US$45 miliar pada 2026. Target tersebut bertumpu pada kebijakan hilirisasi yang mendorong kenaikan nilai ekspor nikel dari tahun ke tahun.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pengolahan sumber daya alam dalam negeri menjadi langkah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

“Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,”

kata Bahlil dalam pidato pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Tangerang, dikutip pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Kinerja ekspor nikel juga menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk menunjukkan dampak kebijakan tersebut. 

Iklan

Optimalisasi

Setelah ekspor bijih nikel dihentikan dan pembangunan industri pengolahan di dalam negeri didorong, nilai ekspor meningkat dari sekitar US$3,3 miliar pada 2017–2018 menjadi US$34 miliar pada 2023, kemudian melampaui US$40 miliar pada 2025.

Bahlil menilai dampak hilirisasi tidak hanya tercermin dari kenaikan nilai ekspor. Kebijakan ini, menurut dia, juga berpotensi mendorong pertumbuhan industri pendukung, memperbesar peran pengusaha nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, membuka lapangan kerja, serta memperluas pasar produk olahan Indonesia.

Peta Jalan

Sisi lain, pemerintah juga akan memperluas pendekatan serupa ke berbagai sektor melalui peta jalan hilirisasi hingga 2040. Program tersebut mencakup mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian, dengan target investasi mencapai US$618 miliar.

“Saya ingin menyampaikan bahwa master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040 target kami mencapai US$618 miliar,”

ujar Bahlil.

Meski nilai ekspor nikel menunjukkan peningkatan signifikan, target US$45 miliar pada 2026 tetap perlu diikuti penjelasan mengenai capaian nilai tambah yang benar-benar dinikmati perekonomian nasional.

Besaran ekspor dan investasi belum menggambarkan pemerataan manfaat, sehingga dampak hilirisasi terhadap pelaku usaha nasional, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri dalam negeri menjadi aspek penting yang perlu diukur.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.