Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026. Rupiah terperosok 0,20 persen atau 35 poin ke level Rp17.938 per dolar AS, dan IHSG anjlok 1,33 persen ke 5.863.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, nilai tukar sejumlah negara Asia tercatat melemah diantaranya Won Korea (KRW) sebesar 0,37 persen dan Peso Filipina (PHP) melemah sebesar 0,27 persen.
Sentimen Rupiah
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari Indeks Harga Konsumen (CPI) AS September yang naik 0,6 persen secara bulanan, dan inflasi utama tahunan naik menjadi 3,7 persen.
Iklan
Kenaikan harga bensin, solar, dan pangan mendorong inflasi utama, sementara CPI inti naik akibat peningkatan biaya tempat tinggal, sewa setara pemilik (owner-equivalent rent), rekreasi, dan pendidikan, serta lonjakan harga mobil dan truk bekas,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Kamis, 15 Oktober 2026.
Ibrahim menuturkan, fokus pasar hari ini tertuju pada rilis Indeks Harga Produsen (PPI), data Penjualan Ritel, klaim awal tunjangan pengangguran, serta sejumlah pidato lanjutan dari pejabat the Fed.
Selain itu, Ibrahim mengatakan pasar saham Indonesia menghadapi tekanan menjelang evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada November 2026.
Bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets diperkirakan hanya sekitar 0,43 persen pada akhir September, sementara investor mencermati risiko penurunan klasifikasi pasar, kelanjutan pembekuan saham, dan perkembangan reformasi pasar modal,”
ujarnya.
Saham Melemah
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)
Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp13,44 triliun dengan melibatkan 35,2 miliar saham dalam 1,6 juta kali transaksi. Sebanyak 108 saham naik, 120 tidak bergerak, dan saham turun sebanyak 567.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut: