International Energy Agency (IEA) pada Kamis sepakat untuk melepaskan lebih dari 20 juta barel solar ke pasar, serta sisa minyak dari pelepasan cadangan darurat dalam jumlah rekor yang dijanjikan pada Maret. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan pasokan dan meredam lonjakan harga.
Selama sesi perdagangan sebelumnya, harga minyak naik pada perdagangan malam. Menurut Haitong Futures dalam catatannya, hal itu menjadi indikasi bahwa investor tidak puas dengan langkah-langkah tersebut.
“Hal yang benar-benar dapat meredakan pasar minyak adalah meredanya ketegangan di Timur Tengah,”
kata IEA.
Trump Pertimbangkan Cabut Sanksi
Di sisi lain, pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan mencabut sanksi terhadap sejumlah kapal yang disebut sebagai bagian dari shadow fleet.
Kapal-kapal tersebut telah mengangkut minyak dan produk minyak bumi dari sejumlah negara, termasuk Rusia, Iran, dan Venezuela. Langkah ini dipertimbangkan untuk menekan tarif angkutan laut global yang telah mencapai rekor tertinggi, kata seorang pejabat AS pada Rabu.
Pembahasan tersebut terjadi beberapa hari setelah Trump untuk sementara mencabut sanksi terhadap bahan bakar diesel Rusia. Kebijakan itu menuai kritik keras dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, negara-negara Eropa, serta sejumlah anggota Partai Republik yang merupakan rekan Trump di Senat AS.
Sementara itu, konflik yang semakin memanas antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman serta serangan-serangan baru terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut menopang harga minyak.
Serangan di sekitar perairan tersebut telah melonjak selama 10 hari terakhir, dengan Iran menyatakan bahwa pihaknya meningkatkan serangan sebagai respons terhadap blokade AS terhadap pelabuhannya serta sanksi yang lebih ketat yang diberlakukan bulan lalu.
Kelompok Houthi meluncurkan rudal ke kompleks istana kepresidenan di kota Aden, Yaman Selatan, pada Kamis dan menewaskan dua petugas keamanan. Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman merinci puluhan serangan terhadap infrastruktur Arab Saudi di tengah konflik yang semakin memanas.