Lalu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 13,99 persen ke Rp5.225, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 12,26 persen Rp2.720, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) melemah 12,37 persen ke Rp2.620.
Selanjutnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah 11,66 persen ke Rp1.970, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melemah 11,11 persen ke Rp24, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 10,85 persen ke Rp3.040.
Adapun IHSG mengalami penghentian sementara alias trading halt pada pembukaan perdagangan pasar Jumat, 16 Oktober 2026. Pada sesi I perdagangan IHSG anjlok 8,01 persen ke level 5.393.
Problem
MSCI sudah mengumumkan rencana mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market (pasar negara berkembang) menjadi Standalone Market (pasar mandiri).
Keputusan akhir mengenai reklasifikasi pasar modal Indonesia akan diumumkan selambat-lambatnya pada akhir Juni 2027, dan dapat memberikan pembaruan sementara mengenai masukan dari pelaku pasar selama periode konsultasi.
Adapun langkah MSCI ini menyusul kekhawatiran signifikan para pelaku pasar terkait kelayakan investasi pasar saham Indonesia. Kekhawatiran itu mencakup ketidaktransparanan yang terus-menerus dalam struktur kepemilikan saham, dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.
“Pelaku pasar mengindikasikan kepada MSCI bahwa hingga saat ini belum terlihat kemajuan yang memadai secara konsisten di pasar saham Indonesia. Masih terdapat kekhawatiran besar terkait disfungsi pasar, termasuk berlanjutnya dugaan perdagangan terkoordinasi dan minimnya bukti penegakan hukum yang berarti,”
kata MSCI.
Selain itu, MSCI menyatakan akan tetap memberlakukan pembekuan terhadap sejumlah perubahan terkait indeks untuk saham-saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Dalam kebijakan ini, MSCI tidak akan menerapkan peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) maupun Number of Shares (NOS). MSCI juga tidak akan menambahkan saham ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), maupun menaikkan saham ke segmen indeks berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar yang lebih tinggi.