Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

IHSG Jatuh ke 5.393 dan Kena Trading Halt, MSCI Bikin Pasar Ketar-ketir

Analis memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 5.700 hingga 5.790, sedangkan level resist IHSG di kisaran 5.900 hingga 5.925.

Ilustrasi IHSG trading halt.
Ilustrasi IHSG trading halt. (Dibuat oleh AI)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penghentian sementara alias trading halt pada pembukaan perdagangan pasar Jumat, 16 Oktober 2026. Pada sesi I perdagangan HSG anjlok 8,01 persen ke level 5.393.

Nilai transaksi tercatat Rp905,1 miliar dengan melibatkan 5,3 miliar saham dalam 105,7 ribu kali transaksi. Sebanyak 595 saham turun, 33 tidak bergerak, dan 14 naik.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengungkapkan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpotensi menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari pasar negara berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri (Standalone Market) akan menekan IHSG.

Iklan

“Hati-hati karena news MSCI pertimbangkan reklasifikasi MSCI Indonesia Indexes dari Emerging Market ke Standalone Market dengan keputusan final di 30 Juni 2027, maka IHSG akan rentan koreksi karena news ini. Pertimbangkan jika ada short term teknikal rebound untuk take profit dulu,”

kata Fanny.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 5.700 hingga 5.790, sedangkan level resist IHSG di kisaran 5.900 hingga 5.925.

Pengumuman MSCI

Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan rencana mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market (pasar negara berkembang) menjadi Standalone Market (pasar mandiri). 

Adapun dalam klasifikasi pasar MSCI, Standalone Market merujuk pada status khusus untuk pasar saham yang dinilai mengalami kemunduran serius. Sehingga dikeluarkan sementara dari kategori utama (Developed, Emerging, Frontier).

“MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi Indeks MSCI Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market,”

kata MSCI dalam pengumumannya dikutip Jumat, 16 Oktober.

Keputusan akhir mengenai reklasifikasi pasar modal Indonesia ini akan diumumkan selambat-lambatnya pada akhir Juni 2027, dan dapat memberikan pembaruan sementara mengenai masukan dari pelaku pasar selama periode konsultasi.

Langkah MSCI ini menyusul kekhawatiran signifikan para pelaku pasar terkait kelayakan investasi pasar saham Indonesia. Kekhawatiran itu mencakup ketidaktransparanan yang terus-menerus dalam struktur kepemilikan saham, dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.