Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

IHSG Makin Terjun Bebas, Anjlok 11,25 Persen Usai Disorot MSCI

Langkah MSCI ini menyusul kekhawatiran signifikan para pelaku pasar terkait kelayakan investasi pasar saham Indonesia.

Pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot ke zona merah pada sesi I perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Hingga pukul 09.28 WIB, IHSG anjlok 11,25 persen ke level 5.204.

Pelemahan IHSG ini terjadi sejak awal pembukaan perdagangan sesi I, yang menyebabkan penghentian sementara alias trading halt. Dalam pembukaan pasar, IHSG melemah 8,01 persen ke level 5.393.

Total nilai transaksi hingga pukul 09.28 WIB tercatat mencapai Rp1,09 triliun dengan melibatkan 5,5 miliar saham dalam 110,06 ribu kali transaksi. Ada 606 saham turun, 34 tidak bergerak, dan 14 naik.

Iklan

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengungkapkan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpotensi menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari pasar negara berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri (Standalone Market) akan menekan IHSG.

“News MSCI pertimbangkan reklasifikasi MSCI Indonesia Indexes dari Emerging Market menjadi Standalone Market dengan keputusan final pada 30 Juni 2027, Maka IHSG akan rentan koreksi karena ini,”

kata Fanny.

Ancaman MSCI

MSCI telah mengumumkan rencana mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Keputusan akhir mengenai reklasifikasi pasar modal Indonesia ini akan diumumkan selambat-lambatnya pada akhir Juni 2027, dan dapat memberikan pembaruan sementara mengenai masukan dari pelaku pasar selama periode konsultasi.

Langkah MSCI ini menyusul kekhawatiran signifikan para pelaku pasar terkait kelayakan investasi pasar saham Indonesia. Kekhawatiran itu mencakup ketidaktransparanan yang terus-menerus dalam struktur kepemilikan saham, dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.

“Pelaku pasar mengindikasikan kepada MSCI bahwa hingga saat ini belum terlihat kemajuan yang memadai secara konsisten di pasar saham Indonesia. Masih terdapat kekhawatiran besar terkait disfungsi pasar, termasuk berlanjutnya dugaan perdagangan terkoordinasi dan minimnya bukti penegakan hukum yang berarti,”

kata MSCI dalam pengumumannya.

Selain itu, MSCI menyatakan akan tetap memberlakukan pembekuan terhadap sejumlah perubahan terkait indeks untuk saham-saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Dalam kebijakan ini, MSCI tidak akan menerapkan peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) maupun Number of Shares (NOS). MSCI juga tidak akan menambahkan saham ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), maupun menaikkan saham ke segmen indeks berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar yang lebih tinggi.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.