Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak babak belur pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Rupiah kembali melemah mencapai level Rp18.000 per dolar AS, dan IHSG anjlok hingga mengalami trading halt.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, rupiah ditutup amblas sebesar 0,50 atau 89 poin ke level Rp18.027 per dolar AS. Kemudian IHSG anjlok 11,57 persen ke 5.185.
Sentimen Rupiah
Mata uang Rupiah dan Dollar AS/Doc. Owrite/Acel
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan pelemahan rupiah didorong oleh usulan MSCI yang menurunkan status pasar Indonesia.
Iklan
MSCI mengusulkan penurunan status pasar Indonesia menjadi pasar mandiri (standalone market). Usulan ini didasari oleh kekhawatiran yang terus berlanjut terkait tata kelola serta dugaan adanya praktik perdagangan terkoordinasi,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Jumat, 16 Oktober 2026.
Untuk keputusan akhir dijadwalkan akan ditetapkan pada 30 Juni 2027. Meskipun berbagai reformasi telah dilakukan, MSCI menyoroti lemahnya penegakan aturan dan disfungsi pasar.
Adapun untuk perdagangan Senin, 19 Oktober 2026 rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp17.850 per dolar AS hingga Rp18.200 per dolar AS.
Saham Melemah
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)
Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp31,9 triliun dengan melibatkan 68,5 miliar saham dalam 2,1 juta kali transaksi. Sebanyak 10 saham naik, 10 tidak bergerak, dan saham turun sebanyak 775.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut: