Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Bahlil Bantah Kuota BBM Bali Dipangkas Hampir 50 Persen

Gangguan pasokan yang memicu antrean di sejumlah SPBU disebabkan keterlambatan kapal pengangkut BBM, bukan pengurangan kuota.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di DPR RI. (Sumber: Owrite/Rika Pangesti)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di DPR RI. (Sumber: Owrite/Rika Pangesti)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, membantah kuota bahan bakar minyak (BBM) di Bali dipangkas hingga hampir 50 persen. 

Dia menyebut, gangguan pasokan yang memicu antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) disebabkan keterlambatan kapal pengangkut BBM, bukan pengurangan kuota.

Enggak (dipangkas). Bahkan ini saya tambahin. Ini kemarin kan tetap,”

kata Bahlil usai rapat koordinasi penanganan pasokan BBM di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin, 19 Oktober 2026.

Tambahkan Cadangan BBM 

Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (7/4/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah melalui surat edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sejak awal April 2026 telah menetapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan biosolar maksimal 50 liter per hari yang berlaku hingga akhir Mei 2026.
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nym)

Bahlil mengatakan, berdasarkan laporan Pertamina, gangguan pasokan terjadi akibat keterlambatan kapal bersandar. 

Iklan

Dia menegaskan pemerintah justru mengambil langkah untuk meningkatkan cadangan BBM di Bali.

Menurut laporan dari Pak Dirut Pertamina, itu kan karena terjadinya keterlambatan kapal sandar, tapi kuotanya tidak dikurangi,”

ujarnya.

Targetkan Stok 15 Hari

Pertamina Tambah Pasokan BBM di Pulau Bali. (Sumber: Pertamina)
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Pulau Bali. (Sumber: Pertamina)

Sebagai langkah pemulihan, pemerintah menargetkan peningkatan cadangan BBM Bali dari kisaran 11–12 hari menjadi 15 hari. Selain itu, jumlah kapal yang melayani pengangkutan BBM dari Jawa ke Bali ditambah dari tiga menjadi tujuh kapal untuk mempercepat distribusi.

Bahlil menjelaskan, cadangan Pertalite nasional saat ini berada di kisaran 16–18 hari. Sementara itu, cadangan BBM jenis lainnya disebut berada di atas rata-rata 20 hari, sesuai standar minimum nasional.

Pemerintah juga mengevaluasi kendala distribusi BBM di sejumlah wilayah lain. Dalam rapat koordinasi tersebut, Bahlil menyebut pendangkalan sungai akibat kondisi cuaca di beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera menghambat masuknya kapal berukuran besar. Distribusi kemudian dialihkan melalui jalur darat, yang membutuhkan waktu lebih lama.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.