Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, membantah kuota bahan bakar minyak (BBM) di Bali dipangkas hingga hampir 50 persen.
Dia menyebut, gangguan pasokan yang memicu antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) disebabkan keterlambatan kapal pengangkut BBM, bukan pengurangan kuota.
Enggak (dipangkas). Bahkan ini saya tambahin. Ini kemarin kan tetap,”
kata Bahlil usai rapat koordinasi penanganan pasokan BBM di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin, 19 Oktober 2026.
Tambahkan Cadangan BBM

Bahlil mengatakan, berdasarkan laporan Pertamina, gangguan pasokan terjadi akibat keterlambatan kapal bersandar.







