Nilai tukar rupiah anjlok pada perdagangan Senin pagi, 19 Oktober 2026. Rupiah melemah 0,14 persen atau 26 poin ke level Rp18.053 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah didorong oleh tekanan internal dan eksternal. Dari dalam negeri, tekanan masih berasal dari pengumuman MSCI terkait pasar modal RI.
Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan internal maupun eksternal, walau sanksi OJK serta hearing BEI mungkin dapat membantu memulihkan kepercayaan pasar,”
kata Lukman kepada Owrite Senin, 19 Oktober 2026.
Perang di Dua Tempat

Sedangkan dari eksternal, Lukman mengatakan melemahnya rupiah didorong oleh tingginya tensi perang di Timur Tengah dan perang antara Rusia dan Ukraina.






