Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Trump Longgarkan Sanksi Rusia, Harga Minyak Dunia Turun ke US$108,06 per Barel

Harga minyak Brent turun 1,64 persen menjadi US$108,06 per barel, sedangkan minyak WTI AS turun 0,52 persen menjadi US$100,88 per barel.

Kilang Minyak di Şağlakücə, Azerbaijan. (Sumber: Unsplash/Anatoly Maltsev)
Kilang Minyak di Şağlakücə, Azerbaijan. (Sumber: Unsplash/Anatoly Maltsev)

Harga minyak dunia turun pada Senin, setelah menyentuh level tertinggi sejak Mei. Penurunan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberikan pengecualian terhadap sanksi dan tarif untuk Rusia.

Dilansir dari Economic Times pada Senin, 19 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent turun US$1,80 atau 1,64 persen menjadi US$108,06 per barel setelah pada hari Jumat ditutup di level tertinggi sejak 19 Mei. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 53 sen atau 0,52 persen menjadi US$100,88 per barel.

Trump menandatangani perintah eksekutif pada Jumat, untuk menangguhkan sanksi dan tarif utama berdasarkan Undang-Undang Graham, yang ia tandatangani bulan lalu atas desakan para anggota parlemen yang berusaha menekan Moskow terkait perang di Ukraina.

Iklan

Namun, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan presiden akan membutuhkan waktu hingga 60 hari untuk menilai dampak ekonomi dari penangguhan tersebut. 

Adapun langkah tersebut menyusul kesepakatan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengekspor solar ke Amerika Serikat. Sedangkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan tindakan AS tersebut akan merugikan Ukraina.

Sempat Tembus US$110 per Barel

Serangan Rahasia Kilang Minyak Iran
Serangan Rahasia Kilang Minyak Iran (Foto: x.com)

Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh US$110 per barel pada Jumat, menembus level tersebut untuk pertama kalinya sejak Mei. Kenaikan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan ancaman keamanan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran serta risiko pengetatan pasokan energi global.

Perusahaan analitik Kpler dalam catatannya mengatakan, meningkatnya serangan terhadap kapal komersial telah memangkas tajam arus pengiriman minyak mentah dari kawasan Teluk. Rata-rata pengiriman selama tujuh hari pada pekan lalu turun menjadi sekitar 8,5 juta barel per hari, dari lebih dari 20 juta barel per hari pada pekan sebelumnya.

Kpler mengatakan, sedikitnya 10 insiden yang telah dikonfirmasi melibatkan kapal komersial dilaporkan selama pekan tersebut.

Arab Saudi mencegat beberapa rudal di atas Laut Merah pada hari Jumat, termasuk satu rudal yang menuju Yanbu, sebuah terminal ekspor minyak utama. Kerajaan itu juga menghancurkan tiga drone di atas Riyadh dan wilayah selatannya. 

Kelompok militan Houthi di Yaman yang didukung Iran telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Arab Saudi sepanjang pekan ini.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.