Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Gubernur BI Bongkar Biang Kerok Rupiah Terus Tertekan di Level Rp18.000 per Dolar AS

Destry memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga kebijakannya, namun peluang kenaikan pada Oktober 2026 akan kecil.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengungkapkan faktor yang membuat rupiah tertekan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan, akhir-akhir ini rupiah kembali mencapai level Rp18.000 per dolar AS.

Destry mengatakan, saat ini situasi global masih diwarnai volatilitas tinggi. Amerika Serikat (AS) juga tengah menghadapi situasi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer, dengan inflasi berada jauh di atas target.

Sehingga itu menjadi salah satu tantangan buat rupiah kita,”

kata Destry di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Senin, 19 Oktober 2026.

Peluang The Fed Oktober Kecil

Gedung Federal Reserve. (Sumber: The Fed)
Gedung Federal Reserve. (Sumber: The Fed)

Destry memperkirakan, Bank Sentral AS yakni Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga kebijakannya. Namun, peluang kenaikan pada Oktober 2026 akan kecil. 

Iklan

Fed Fund Rate diperkirakan naik, namun probability di bulan Oktober akan menjadi lebih kecil saat ini,”

jelasnya.

Kendati demikian, Destry mengklaim bahwa otoritas moneter dalam beberapa hari ini masih mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ia menilai, pelemahan rupiah saat ini juga masih sejalan dengan pergerakan nilai tukar negara berkembang.

So far, dua hari ini rupiah bisa kami jaga stabilitasnya, sehingga terjadi memang sedikit perlambatan. Dan itu juga sesuai dengan beberapa negara di emerging markets,”

ujarnya.

Janji Hadir di Pasar

Nasabah melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Muhammad Iqbal/nym)
Nasabah melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Muhammad Iqbal/nym)

Destry memastikan, BI akan selalu hadir di pasar. Presiden Prabowo Subianto juga sudah menginstruksikan agar BI mengupayakan stabilitas nilai tukar rupiah.

Adapun beberapa langkah kebijakan yang ditempuh BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah diantaranya melalui intervensi di pasar valuta asing. Hal ini melalui transaksi spot dan non-deliverable forward (NDF), hingga insentif biaya lindung nilai atau hedging.

Intinya, Bank Indonesia akan selalu tetap berjaga di pasar. Kami juga diminta oleh Bapak Presiden untuk terus melihat upayakan kebijakan kebijakan yang kami miliki,”

katanya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.