Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun ke US$109,06 per Barel, Tapi Pasar Khawatir Efek Timur Tengah

Harga minyak mentah Brent sempat naik hingga US$110,70 per barel pada sesi sebelumnya, atau ke level tertinggi sejak 20 Mei.

Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)
Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mihai)

Harga minyak dunia turun pada Selasa, seiring pasar mencermati perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang mencabut beberapa sanksi dan tarif terkait ekspor energi Rusia. Sementara serangan di Arab Saudi dan Yaman, membuat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah tetap membayangi pasar.

Dilansir dari Economic Times pada Selasa, 20 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent turun 49 sen atau 0,45 persen menjadi US$109,06 per barel pada 00.10 waktu setempat. 

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman November yang akan berakhir pada Selasa, turun 0,33 persen menjadi US$103,32 per barel. Sedangkan kontrak Desember yang lebih aktif turun 46 sen, atau 0,47 persen menjadi US$98,08 per barel.

Iklan

Adapun harga minyak mentah Brent sempat naik hingga US$110,70 per barel pada sesi sebelumnya, atau ke level tertinggi sejak 20 Mei.

Perintah Trump

Dongkrak pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023.
Dongkrak pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023. (ANTARA/REUTERS/Alexander Manzyuk/pri.)

Perintah eksekutif yang diterbitkan Trump pada Jumat malam, memberikan pengecualian terhadap sejumlah sanksi dan tarif utama AS terkait Rusia. Kebijakan tersebut mencakup pengenaan bea masuk terhadap barang-barang Rusia, serta sanksi bagi pihak yang membeli minyak dan gas negara tersebut.

Namun, Trump mengatakan pada Sabtu bahwa ia belum mengumumkan keputusan akhir mengenai hal tersebut. Sementara Menteri Luar Negeri, Marco Rubio menyatakan para pejabat membutuhkan waktu lebih lama untuk mengevaluasi situasi.

International Energy Agency (IEA) pekan lalu menyatakan, produksi minyak mentah Rusia meningkat sebesar 65.000 barel per hari (bph) pada September menjadi 8,43 juta barel per hari. Meski demikian, angka tersebut masih sekitar 870.000 bph lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski prospek tambahan pasokan diesel dari Rusia secara teori dapat memberikan sedikit kelegaan, para pedagang tampaknya jauh lebih berfokus pada risiko berlanjutnya kerusakan infrastruktur energi di kawasan Teluk,”

kata Kepala Analis KCM Trade, Tim Waterer.

Houthi Serang Arab Saudi

ilustrasi helikopter Aramco di Arab Saudi.
ilustrasi helikopter Aramco di Arab Saudi. (Foto: AI).

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran, di Yaman pada Senin mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan terhadap fasilitas energi, bandara, dan target militer Arab Saudi. Sasaran yang disebutkan mencakup fasilitas Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta Bandara Abha.

Pihak berwenang Saudi belum segera mengkonfirmasi klaim tersebut, dan Reuters tidak dapat memverifikasinya secara independen.

Sementara itu, 58 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka setelah serangan yang dilancarkan kelompok Houthi pada hari Senin terhadap sebuah kamp pelatihan pasukan keamanan pemerintah di provinsi Shabwa, Yaman.

Serangan yang kembali terjadi ini meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas regional, dan menegaskan risiko yang terus berlanjut terhadap pasokan energi dari kawasan tersebut. Sehingga, harga minyak tetap berada di atas US$100 per barel.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.