Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Mata uang Garuda naik tipis sebesar 0,03 persen atau 6 poin ke level Rp18.040 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan rupiah saat ini masih dalam tekanan. Hal itu didorong oleh kondisi pasar ekuitas Indonesia yang belum pulih dari tekanan investor asing.
Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan dari sentimen negatif seputar di pasar ekuitas yang masih terus terbebani outflow asing,”
kata Lukman saat dihubungi Owrite Selasa, 20 Oktober 2026.
Lukman menilai, langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan mengeluarkan saham berkategori konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholder Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG akan mendorong penguatan rupiah.







