Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Naik ke US$110,11 per Barel, Serangan Houthi di Arab Saudi Tak Berkesudahan

Harga minyak Brent naik 1,2 persen, menjadi US$110,11 per barel. Sementara, harga minyak WTI AS naik 1 persen menjadi US$98,12 per barel.

Pengeboran minyak lepas pantai.
Pengeboran minyak lepas pantai. (migas.esdm.go.id)

Harga minyak dunia naik lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis, karena serangkaian serangan baru oleh kelompok Houthi di Arab Saudi. Kondisi ini mendorong Amerika Serikat (AS) memerintahkan sejumlah diplomat dan anggota keluarga mereka, untuk meninggalkan misi diplomatik AS di kerajaan tersebut.

Dilansir dari Economic Times pada Kamis, 22 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent naik US$1,29 atau 1,2 persen, menjadi US$110,11 per barel pada pukul 00:34 waktu setempat.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 97 sen atau 1 persen menjadi US$98,12. Harga minyak Brent pada Rabu ditutup relatif stabil, sedangkan WTI turun 67 sen.

Iklan

AS Tarik Perwakilan dari Arab

Pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Departemen Luar Negeri berencana menarik anggota keluarga dari sejumlah perwakilan diplomatik AS lainnya di kawasan tersebut.

Pasalnya, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran menyerang beberapa sasaran pada Rabu. Setidaknya satu orang tewas dan delapan lainnya luka-luka di bandara sipil di Dammam, serta dua orang tewas dalam serangan drone terhadap ladang minyak Arab Saudi.

Ledakan juga terdengar di Sirik, Iran selatan, demikian dilaporkan media Iran pada Rabu. Media tersebut menyebutkan bahwa sifat dan asal ledakan belum diketahui.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Foto: X/@GndemAnalizi)

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kepada Financial Times bahwa Iran telah sepenuhnya siap untuk membela diri. Sementara itu, Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan kepada media pemerintah bahwa AS tidak dapat mengharapkan dialog selama masih memblokade dan mengancam Iran.

Data Kpler menunjukkan setidaknya terjadi 18 serangan terhadap kapal pengangkut barang selama dua pekan terakhir. Sementara itu, para analis LSEG memperingatkan bahwa Iran menargetkan kapal tanker jauh di luar Selat Hormuz, hingga ke Teluk Oman.

Situasi ini mengancam pemuatan minyak mentah dari kawasan Teluk serta transfer minyak antar kapal yang mendukung distribusi minyak regional.

Putin Bertemu Utusan Khusus AS

Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Sumber: Istimewa)

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu Utusan Khusus AS Steve Witkoff di St Petersburg pada Rabu, untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina. Pertemuan itu berlangsung di tengah dorongan terbaru Washington untuk menghentikan konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.

Kremlin menyatakan bahwa Putin telah setuju untuk melanjutkan pembicaraan damai yang dimediasi AS dengan Ukraina paling lambat bulan depan. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan ia mendukung pembicaraan tersebut, dan berharap pembicaraan itu dapat dimulai sesegera mungkin.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.