Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Pendapatan Meta Tembus US$64,6 Miliar, Tapi Kenapa Laba Operasionalnya Anjlok 37 Persen?

Pendapatan Meta naik 26 persen menjadi 64,6 pada kuartal III 2026. Namun, laba operasionalnya anjlok 37 persen akibat pengembangan biaya dan harus menyelesaikan gugatan.

Pria muda menggunakan aplikasi Threads baru dari Meta di ponsel pintar. (Sumber: Unsplash/ Julio Lopez)
Pria muda menggunakan aplikasi Threads baru dari Meta di ponsel pintar. (Sumber: Unsplash/ Julio Lopez)

Pendapatan Meta Platforms, perusahaan induk Facebook, Instagram, Threads, dan WhatsApp mencatatkan pendapatan US$64,6 miliar pada kuartal III 2026 atau naik 26 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Namun, laba operasional perusahaan justru turun 37 persen.

Mengutip dari laporan keuangan Meta yang dirilis Rabu, 21 Oktober 2026, pendapatan perusahaan tersebut meningkat dari US$51,24 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi US$64,60 miliar.

Meski pendapatan meningkat, laba operasional Meta turun dari US$20,54 miliar pada kuartal III 2025 menjadi US$12,99 miliar pada kuartal III 2026. Margin operasional perusahaan juga menyusut dari 40 persen menjadi 20 persen.

Iklan

Dampak Gugatan Kesehatan Mental

Ilustrasi uang dolar
Ilustrasi uang dolar (Foto: freepik)

Dalam laporan keuangannya, penyusutan ini terjadi karena Meta harus mengeluarkan biaya operasional sebesar US$9,89 miliar untuk menyelesaikan gugatan dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja di AS.

Meta menyatakan tanpa beban tersebut, laba operasional kuartal III 2026 seharusnya mencapai US$22,88 miliar. Sementara itu, total biaya dan pengeluaran perusahaan melonjak 68 persen secara tahunan menjadi US$51,61 miliar.

Selain itu, laba bersih Meta naik menjadi US$9,86 miliar dari US$2,71 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, perbandingan ini dipengaruhi oleh beban pajak satu kali sebesar US$15,93 miliar yang tercatat pada kuartal III 2025.

Investasi AI

Mark Zuckerberg. (Sumber: IG @zuck)
Mark Zuckerberg. (Sumber: IG @zuck)

Selain menghadapi beban hukum, Meta juga terus memperluas investasi kecerdasan buatan (AI). Dengan perkiraan belanja modal sepanjang 2026 mencapai US$135 miliar hingga US$145 miliar, termasuk untuk mendukung infrastruktur dan pengembangan teknologi AI.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan perusahaan telah mencapai sejumlah tonggak penting dalam pengembangan AI, termasuk peluncuran Muse dan Muse Wonder, model AI terbaru yang dikembangkan perusahaan.

Kami mencapai tonggak penting pada kuartal ini dalam upaya menghadirkan kecerdasan superpersonal bagi semua orang, termasuk meluncurkan Muse dan Muse Wonder, model frontier pertama kami,”

kata Zuckerberg dikutip dari laporan keuangan Meta, 22 Oktober 2026.

Meta memperkirakan pendapatannya pada kuartal IV 2026 berada di kisaran US$73 miliar hingga US$76 miliar. Perusahaan juga menyatakan akan terus berinvestasi untuk mendukung bisnis inti dan pengembangan AI.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.