Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Amblas Rp18.060 per Dolar AS, IHSG Terpantau Menghijau 1,12 Persen

Rupiah tercatat amblas sebesar 0,21 persen ke level Rp18.060 per dolar AS. Sementara, IHSG menguat 1,12 persen ke level 5.387.

Mata uang Rupiah dan Dollar AS
Mata uang Rupiah dan Dollar AS/Doc. Owrite/Acel

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai rupiah ditutup berlawanan arah pada Kamis, 22 Oktober 2026. Rupiah tercatat melemah, dan IHSG menguat.

Rupiah tercatat amblas sebesar 0,21 persen atau 38 poin ke level Rp18.060 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara, IHSG menguat 1,12 persen ke level 5.387.

Berdasarkan data perdagangan sore ini, nilai tukar negara Asia tercatat melemah diantaranya Rupee India (INR) sebesar 0,44 persen, Peso Filipina (PHP) melemah 0,27 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,22 persen, dan Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,03 persen.

Iklan

Sentimen Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari naiknya tensi ketegangan di Timur Tengah. Hal itu didorong oleh serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi di Arab Saudi.

Kelompok Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran menyerang beberapa target pada hari Rabu. Serangan tersebut menewaskan setidaknya satu orang dan melukai delapan lainnya di sebuah bandara sipil di Dammam, sementara dua orang lainnya tewas dalam serangan drone di sebuah ladang minyak Arab Saudi,”

kata Ibrahim dalam keterangannya Kamis, 22 Oktober 2026.

Sementara itu, di Amerika Serikat agenda ekonomi relatif sepi, namun pelaku pasar mendapatkan sentimen positif dari bursa saham AS yang terus menguat. Hal itu didorong oleh lonjakan saham sektor teknologi akibat antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI). 

Perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan The Fed minggu depan, serta rilis indikator inflasi yang menjadi acuan utama bank sentral AS, yaitu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE Price Index),”

jelasnya.

Saham Naik

Pengunjung mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari layar gawai di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Sumber: Antara Foto/Fakhri Hermansyah/hma)
Pengunjung mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari layar gawai di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Sumber: Antara Foto/Fakhri Hermansyah/hma)

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp15,9 triliun dengan melibatkan 37,3 miliar saham dalam 2,2 juta kali transaksi. Sebanyak 467 saham naik, 123 tidak bergerak, dan 204 turun.

Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya: 

  • PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) menguat 35 persen ke Rp27
  • PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) naik 34,8 persen ke Rp182
  • PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) menguat 25 persen ke Rp200

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.