Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$112,96 per Barel, Imbas Timur Tengah Semakin Panas

Harga minyak Brent turun 0,2 persen menjadi US$112,96 per barel, sementara harga minyak WTI AS turun 0,3 persen menjadi US$98,12 per barel.

Kilang Minyak di Şağlakücə, Azerbaijan. (Sumber: Unsplash/Anatoly Maltsev)
Kilang Minyak di Şağlakücə, Azerbaijan. (Sumber: Unsplash/Anatoly Maltsev)

Harga minyak dunia relatif stabil pada awal perdagangan Asia Jumat, setelah naik 4 persen ke level tertinggi dalam lima bulan pada sesi sebelumnya. Kenaikan tersebut dipicu oleh kekhawatiran akan gangguan pasokan energi lebih lanjut menyusul serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.

Dilansir dari Economic Times pada Jumat, 23 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent turun 21 sen atau 0,2 persen menjadi US$112,96 per barel pada pukul 00.30 waktu setempat. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 27 sen atau 0,3 persen menjadi US$98,12 per barel.

Secara mingguan, harga WTI diperkirakan mengakhiri tren kenaikan selama dua pekan berturut-turut dengan mencatatkan pelemahan. Sebaliknya, Brent yang pada Kamis ditutup pada level tertinggi sejak 4 Mei, diperkirakan mencatatkan kenaikan selama tiga pekan berturut-turut.

Iklan

Saudi Aramco Evakuasi Kantor

ilustrasi helikopter Aramco di Arab Saudi.
ilustrasi helikopter Aramco di Arab Saudi. (Foto: AI).

Saudi Aramco pada Kamis, memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, kawasan Teluk yang berdekatan dengan Bahrain. Reuters melaporkan, langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya pertempuran antara Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar dunia, dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman.

Bentrokan antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi, yang mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional telah berlangsung sejak kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran bergerak menuju Selat Bab el-Mandeb. Jalur tersebut merupakan salah satu titik strategis pelayaran di mulut Laut Merah.

Di Libya, katup pipa minyak dari ladang minyak Hamada dan Tahara menuju pelabuhan Zawiya telah ditutup. Hal itu mengakibatkan penurunan produksi di kedua ladang tersebut, demikian disampaikan kepala Perusahaan Minyak Nasional kepada Reuters pada Kamis.

Rusia Mau Lanjutkan Pembicaraan Damai

Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Sumber: Istimewa)

Di samping itu, Rusia pada Rabu menyatakan kesiapannya untuk kembali melanjutkan perundingan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dengan Ukraina pada bulan depan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menerima utusan AS, Steve Witkoff untuk melakukan pembicaraan di St Petersburg.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengatakan dirinya berharap perundingan tersebut dapat berlangsung pada awal November. Negosiasi itu akan menjadi yang pertama sejak Februari.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.