Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai sorotan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Menurutnya, persoalan lebih berkaitan dengan tata kelola perdagangan saham.
Airlangga mengatakan, saat ini reformasi pasar modal Indonesia sudah diterima dan akan diimplementasikan. Kondisi fundamental emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai juga sudah membaik, namun yang harus menjadi perhatian adalah implementasi dari porsi saham yang beredar di publik (free float).
“Tinggal bagaimana implementasi dari free float yang 15 persen itu kan masih ada beberapa perusahaan yang belum free float. Dan kemudian mana yang masuk di dalam saham yang masuk dalam waiting daripada MSCI,”
ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip Sabtu, 24 Oktober 2026.
Airlangga juga menekankan, sentimen MSCI tidak berkaitan dengan fundamental perekonomian dan emiten. Akan tetapi, yang menjadi perhatian MSCI terkait tata kelola perdagangan saham publik yang terbatas.







