Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Danantara Larang Pejabat BUMN Pakai Ajudan dan Patwal Berlebihan, Ini Tujuannya

Pembatasan ajudan dan patwal yang dilakukan Danantara adalah untuk menciptakan manajemen BUMN yang lebih profesional.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (jas hitam) dalam pertemuan.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (jas hitam) dalam pertemuan. (bumn.go.id)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membatasi penggunaan ajudan dan pengawalan patroli (patwal) bagi jajaran manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pembatasan ini dilakukan untuk menciptakan manajemen BUMN yang lebih profesional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan langkah ini merupakan transformasi pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM), dan budaya perusahaan atau corporate culture.

“Sekarang terjadi perubahan di dalam manajemen BUMN. Kalau kita lihat sekarang BUMN sudah mulai kurang tuh ajudan-ajudan yang berlebihan, patwal-patwal. Kan kita sudah mengeluarkan larangan, tidak boleh lagi pakai itu,”

kata Dony di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.

Tak Selayaknya Pakai Fasilitas Berlebih

Wisma Danantara Indonesia.
Wisma Danantara Indonesia. (cdn.setneg.go.id)

Dony menilai, pegawai BUMN pada dasarnya merupakan pegawai pemerintah. Sehingga, tidak selayaknya para pejabat pelat merah menikmati fasilitas secara berlebihan.

Iklan

“Karena pada dasarnya kita ini pegawai pemerintah, bukan satu posisi yang harus dibangga-banggakan dan dinikmati dengan berlebihan,”

tekannya.

Dony menuturkan, langkah ini diambil oleh Danantara karena menginginkan agar manajemen BUMN bisa lebih profesional untuk kedepannya.

“Ini kita maunya seluruh manajemen BUMN itu nanti ya betul-betul profesional,”

tuturnya.

Transformasi BUMN Bertahap

Gedung Kementerian BUMN di Jakarta, Selasa (7/1/2020).
Gedung Kementerian BUMN di Jakarta, Selasa (7/1/2020). (ANTARA/Aji Cakti)

Dony melanjutkan, untuk transformasi BUMN akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini, pihaknya akan memfokuskan perbaikan melalui konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan.

Selanjutnya, pada 2027 transformasi akan dilanjutkan dengan pembenahan SDM dan budaya perusahaan. Hal ini akan dilakukan setelah proses pemangkasan BUMN dilaksanakan.

“Tahun depan itu mulai kita masuk kepada people dan corporate culture. Jadi, kalau perusahaannya sudah jadi sedikit nanti kita mulai melakukan corporate culture yang baru,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.