Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Capai US$115 per Barel Imbas Mendidihnya Houthi-Arab Saudi

Kedua patokan harga tersebut ditutup naik hampir US$3 pada Jumat lalu, menyusul serangan Houthi di Arab Saudi yang kurangi pasokan energi.

Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mohamed Fsili)
Ilustrasi pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Mohamed Fsili)

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Senin, setelah naik mendekati level tertinggi dalam enam bulan pada akhir pekan lalu. Meskipun, serangan yang terus berlanjut terhadap Arab Saudi tetap menjadi fokus kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Dilansir dari Economic Times pada Senin, 26 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent turun US$1,50, atau 1,72 persen, menjadi US$115 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$1,82 atau 2 persen menjadi US$101,48 per barel.

Kedua patokan harga tersebut ditutup naik hampir US$3 pada Jumat, menyusul serangan Houthi di Arab Saudi yang memperparah kekhawatiran mengenai pasokan energi. Harga minyak Brent naik 6 persen sepanjang pekan lalu, sementara minyak WTI AS naik 2,3 persen.

Iklan

Serangan Terus Berlanjut

Pasukan Houthi mengangkat senjata.
Pasukan Houthi mengangkat senjata. (jiss.org.il)

Serangan berlanjut sepanjang akhir pekan, dengan kelompok Houthi mengklaim telah menargetkan sebuah bandara dan sejumlah fasilitas minyak di Arab Saudi pada Sabtu. Pada Minggu, Arab Saudi menyatakan telah mencegat sejumlah rudal dan drone tambahan.

Eksportir minyak terbesar di dunia itu melanjutkan sebagian operasional di bandara utamanya pada Minggu setelah fasilitas tersebut mengalami kerusakan akibat gelombang serangan Houthi sebelumnya. Meski demikian, kelompok tersebut berjanji akan terus menargetkan fasilitas tersebut.

Minggu lalu, Saudi Aramco memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, dekat pantai Teluk Persia dan Bahrain, demikian dilaporkan Reuters. Sebab, pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman semakin memanas.

Tumpahan Minyak Kapal Tanker

Potret Misil Houthi Saat Serang Riyadh (Sumber: Times of India)
Potret Misil Houthi Saat Serang Riyadh (Sumber: Times of India)

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa tumpahan minyak dari sebuah kapal tanker terdeteksi di lepas pantai Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab, demikian menurut Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup negara tersebut. Kementerian tersebut tidak mengungkapkan penyebab tumpahan tersebut, dan pihak berwenang belum mengidentifikasi kapal yang terlibat.

Bentrokan antara kelompok Houthi dan koalisi yang dipimpin Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional terus berlanjut sejak kelompok yang bersekutu dengan Iran itu bergerak maju menuju Selat Bab el-Mandeb bulan lalu. Selat tersebut merupakan titik krusial bagi lalu lintas pelayaran di pintu masuk Laut Merah.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.