“Jika IHSG akan tes support di 5.350, dan jika bertahan di atas 5.350, IHSG potensi untuk melanjutkan kenaikan hingga 5.500 short term,”
kata Fanny.
Pasar Asia
Fanny menuturkan bursa Asia tercatat bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat pekan lalu, 23 Oktober. Perkembangan itu terjadi di tengah aksi jual saham teknologi yang dipicu kekhawatiran terhadap besarnya kebutuhan pendanaan pengembangan AI.
“Kekhawatiran tersebut mendorong investor beralih ke obligasi pemerintah dan aset yang dinilai lebih aman, sekaligus menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed,”
jelas dia.
Adapun indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,34 persen, Topix turun 0,79 persen, dan TAIEX Taiwan terkoreksi 1,8 persen. Kemudian indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,69 persen.
Lalu CSI 300 China melesat 1,7 persen, KOSPI Korea Selatan naik 0,3 persen, dan ASX 200 Australia naik tipis 0,02 persen.. Selanjutnya, FTSE Straits Times menguat 0,13 persen dan FTSE Malay KLCI naik 0,21 persen.
Lantas untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 5.350 hingga 5.400, sedangkan level resist IHSG di kisaran 5.500 hingga 5.550.