Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup melemah pada Senin, 26 Oktober 2026. Rupiah kini menembus level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG anjlok lebih dari 1 persen.
Rupiah tercatat amblas sebesar 0,30 persen atau 55 poin ke level Rp18.135 per dolar AS. Sementara itu IHSG melemah sebesar 1,22 persen ke level 5.373.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar Asia melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,54 persen, Rupee India (INR) melemah sebesar 0,32 persen.
Iklan
Lalu Yen Jepang (JPY) anjlok 0,24 persen, Dolar Singapura (SGD) amblas 0,13 persen, Won Korea (KRW) melemah 0,10 persen, Baht Thailand (THB turun sebesar 0,08 persen, dan Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,02 persen.
Sentimen Rupiah
Mata uang Rupiah dan Dollar AS/Doc. Owrite/Acel
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari serangan oleh kelompok Houthi Yaman yang berafiliasi dengan Iran terus berlanjut sepanjang akhir pekan.
Arab Saudi telah mencegat sejumlah rudal dan drone tambahan. Namun, situasi keamanan di sekitar Laut Merah juga memburuk seiring dengan pergerakan kelompok Houthi menuju Selat Bab el-Mandeb,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Senin, 26 Oktober 2026.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan bahwa saat ini harus mengambil keputusan, apakah akan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau mengakhirinya sama sekali.
Selain itu, investor tengah menantikan sejumlah agenda ekonomi di AS diantaranya pertemuan the Fed yang akan diikuti oleh rilis indikator inflasi pilihan the Fed yakni indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) inti.
Saham Melemah
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye)
Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp14,9 triliun dengan melibatkan 36,9 miliar saham dalam 1,8 juta kali transaksi. Sebanyak 161 saham naik, 112 tidak bergerak, dan saham turun sebanyak 520.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
PT Graha Prima Mentari Tbk (GRMP) melemah 9,30 persen ke Rp117
PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) memerah 8,72 persen ke Rp178
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) melemah 7,72 persen ke Rp11.350
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp770,54 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp346,82 miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp101,25 miliar