Pemerintah mengkaji penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) hingga akhir 2026 menyusul peningkatan konsumsi akibat peralihan sebagian pengguna dari BBM nonsubsidi Pertamax Series (RON 92).
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah masih menghitung kebutuhan tambahan kuota tersebut.
Memang ada terjadi peningkatan, karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Ada shifting dari RON 92 ke RON 90. Sebagian ada shifting,”
kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin, 26 Oktober 2026.
Bahlil menjelaskan, peralihan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi ke Pertalite mendorong pemerintah mengevaluasi kembali kebutuhan kuota BBM bersubsidi.







