Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Amblas Rp18.156 per Dolar AS, IHSG Anjlok 1,99 Persen

Rupiah tercatat melemah sebesar 0,12 persen atau 21 poin ke level Rp18.156 per dolar AS. Sedangkan IHSG amblas 1,99 persen ke 5.266.

IHSG dan Rupiah Melemah pada penutupan 26 Oktober 2026. (Sumber: Dibuat AI)
IHSG dan Rupiah Melemah pada penutupan 26 Oktober 2026. (Sumber: Dibuat AI)

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak tutup melemah pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026. IHSG anjlok dan rupiah tetap bertahan di kisaran Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data penutupan perdagangan sore ini, rupiah tercatat melemah sebesar 0,12 persen atau 21 poin ke level Rp18.156 per dolar AS. Sedangkan IHSG amblas 1,99 persen ke 5.266.

Selain rupiah, sejumlah nilai tukar negara Asia turut melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,39 persen, Yen Jepang (JPY) sebesar 0,18 persen.

Iklan

Kemudian Won Korea (KRW) melemah sebesar 0,18 persen, dan Dolar Singapura (SGD) tercatat melemah sebesar 0,07 persen terhadap dolar AS.

Sentimen Rupiah

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ilustrasi karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan pelemahan rupiah didorong oleh Presiden AS Donald Trump yang membuka kemungkinan untuk melakukan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran.

“Risiko terhadap pasokan tetap cukup besar. Konflik dengan Iran telah mengganggu pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb,”

kata Ibrahim dalam keterangannya Selasa, 27 Oktober 2026.

Saat ini, pasar juga menantikan konferensi pers dari Ketua The Fed, Kevin Warsh yang mungkin akan memberikan sinyal mengenai langkah kebijakan bank sentral selanjutnya.

“Selain itu, pasar akan mencermati rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed pada hari Kamis, untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga,”

tuturnya.

611 Saham Melemah

Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/bar)

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp17,5 triliun dengan melibatkan 36,3 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 100 saham naik, 82 tidak bergerak, dan saham turun sebanyak 611.

Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:

  • PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) melemah 9,88 persen ke Rp73
  • PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) melemah 9,88 persen ke Rp73
  • PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) melemah 9,68 persen ke Rp336

Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp400,03 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp329,39 miliar
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp235,53 miliar

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.