Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Suahasil Respons Wacana Kuota BBM Subsidi Ditambah

Bahlil mengakui hingga saat ini pemerintah masih melakukan penghitungan untuk menentukan kebutuhan tambahan kuota BBM Bersubsidi.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kantornya usai pelantikan Eselon I Kemenkeu. (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kantornya usai pelantikan Eselon I Kemenkeu. (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara merespons terkait peluang menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite (RON 90). Rencana ini dilontarkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Suahasil mengatakan, pemerintah akan memastikan ketersediaan volume BBM bersubsidi di dalam negeri. Namun, Suahasil tidak menjelaskan lebih lanjut terkait penambahan kuota seperti yang disampaikan Bahlil.

“Kalau untuk ketersediaan volume sih pasti kan pasti akan dipastikan, udah itu aja,”

kata Suahasil di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Pernyataan Bahlil

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantornya. (Sumber: Owrite/Syifa Fauziah)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantornya. (Sumber: Owrite/Syifa Fauziah)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membuka peluang menambah kuota Pertalite. Langkah ini dipertimbangkan menyusul peningkatan konsumsi Pertalite akibat peralihan sebagian pengguna dari BBM nonsubsidi Pertamax Series (RON 92).

Iklan

Bahlil mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih melakukan penghitungan untuk menentukan kebutuhan tambahan kuota tersebut. Perhitungan teknis ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.

“Memang ada terjadi peningkatan, karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Ada shifting dari RON 92 ke RON 90. Sebagian ada shifting,”

kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin, 26 Oktober 2026.

Shifting BBM Tak Terhindarkan

Pengendara antre membeli BBM jenis pertalite di salah satu SPBU di Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/7/2026). PT Pertamina Patra Niaga berupaya melakukan normalisasi antrean panjang dengan menambah jam operasional menjadi 24 jam dan menambah sebanyak 30 unit mobil tangki BBM untuk disalurkan ke sejumlah SPBU yang ada di wilayah Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Mana)
Pengendara antre membeli BBM jenis pertalite di salah satu SPBU di Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/7/2026). PT Pertamina Patra Niaga berupaya melakukan normalisasi antrean panjang dengan menambah jam operasional menjadi 24 jam dan menambah sebanyak 30 unit mobil tangki BBM untuk disalurkan ke sejumlah SPBU yang ada di wilayah Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Mana)

Menurut Bahlil, peningkatan konsumsi Pertalite tidak terlepas dari perubahan pilihan sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi. Peralihan dari Pertamax Series ke Pertalite tersebut membuat pemerintah perlu mengevaluasi kembali kebutuhan kuota BBM bersubsidi untuk memenuhi konsumsi masyarakat hingga penghujung tahun.

Meski peluang penambahan kuota terbuka, pemerintah belum menetapkan besaran tambahan alokasi Pertalite yang diperlukan. Penghitungan masih berlangsung untuk memastikan kebutuhan BBM bersubsidi dapat terpenuhi hingga Desember 2026.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.