Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, memperingatkan potensi ketegangan antar negara yang dapat timbul akibat persaingan dan perebutan komoditas energi, khususnya minyak.
Bahlil mengungkapkan, bahwa kondisi dunia saat ini memaksa setiap negara untuk memproteksi kebutuhan domestiknya masing-masing. Ia menyebutkan, situasi tersebut membuat perumpamaan global saat ini bergeser, di mana orang-orang kini lebih banyak mencari minyak ketimbang emas.
Sekarang di-perumpamakan antara mencari minyak atau mencari emas. Ini dulu antara emas dan minyak orang kadang-kadang memilih emas. Kalau sekarang ini lebih banyak mencari minyak,”
kata Bahlil saat pembukaan Forek Hulu Migas di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia lantas mengingatkan, bahwa perebutan komoditas minyak tersebut memiliki risiko besar yang dapat memicu ketegangan di berbagai wilayah.







