Harga minyak dunia naik lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu, usai serangan terhadap sebuah kilang minyak di Arab Saudi. Kondisi itu memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah, di tengah konflik yang melibatkan Iran dan kelompok-kelompok yang didukungnya.
Kelompok Houthi di Yaman, yang bersekutu dengan Iran mengatakan pada Selasa bahwa mereka telah menyerang kilang minyak terbesar di Arab Saudi dengan rudal. Serangan tersebut meningkatkan eskalasi serangan terhadap produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia itu.
Otoritas berwenang Arab Saudi belum segera mengkonfirmasi serangan terhadap fasilitas tersebut, yang memiliki kapasitas sebesar 550.000 barel per hari.
Iklan
Harga Minyak Melonjak
Gambar Kilang minyak/Doc. Owrite/Acel
Dilansir dari Economic Times pada Rabu, 28 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent naik US$1,60 atau 1,50 persen menjadi US$115,63 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$1,22 atau 1,22 persen menjadi US$101,12.
Adapun kenaikan ini terjadi setelah harga minyak turun hampir US$2 pada Selasa, ketika pembicaraan di Timur Tengah membantu meredakan kekhawatiran terkait gangguan pasokan.
Produsen minyak OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan target produksi Desember pada pertemuan Minggu, demikian dikatakan tiga orang yang mengetahui masalah ini kepada Reuters. Produksi di sebagian besar dari tujuh anggota inti kelompok tersebut, yaitu Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman, tetap di bawah target produksi masing-masing.
Adapun serangan terhadap Arab Saudi terus berlanjut sepanjang akhir pekan, dimana kelompok Houthi mengklaim telah menyerang sebuah bandara dan fasilitas minyak pada Sabtu lalu.
Arab Saudi menyatakan pada Minggu bahwa mereka telah mencegat rudal dan drone tambahan. Eksportir minyak terbesar di dunia itu kembali mengoperasikan sebagian aktivitas di bandara utamanya pada Minggu setelah mengalami kerusakan akibat gelombang serangan Houthi sebelumnya. Meski demikian, kelompok tersebut berjanji akan terus menargetkan fasilitas itu.
Saudi Aramco Evakuasi Kantor Pusat
ilustrasi helikopter Aramco di Arab Saudi. (Foto: AI).
Pekan lalu, Saudi Aramco memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, dekat pantai Teluk dan Bahrain, demikian dilaporkan Reuters. Pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman semakin memanas.
Kelompok Houthi juga mengklaim telah menyerang stasiun pompa minyak Timur-Barat, meskipun Arab Saudi belum mengonfirmasi serangan tersebut.
Sementara itu, tumpahan minyak dari sebuah kapal tanker terdeteksi di lepas pantai Umm Al Quwain, di Uni Emirat Arab, demikian disampaikan Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan negara tersebut. Kementerian tersebut tidak mengungkapkan penyebab tumpahan tersebut, dan pihak berwenang belum mengidentifikasi kapal yang terlibat.