Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Perdana, BEI Tebar Dividen Rp1,56 Triliun

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan nilai dividen yang akan dibagikan setara dengan Rp17 miliar per saham.

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Sumber: Unsplash/Ruben Sukatendel)
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Sumber: Unsplash/Ruben Sukatendel)

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,564 triliun kepada para pemegang sahamnya. Pembagian dividen ini menjadi yang pertama dalam sejarah BEI.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan nilai dividen yang akan dibagikan setara dengan Rp17 miliar per saham. Penerima dividen ini merupakan pemegang saham yang tercatat per 27 Oktober 2026.

“Pembagian dividen tunai yang merupakan dividen khusus kepada para pemegang saham perseroan, yang berhak sebagaimana yang tercatat dalam daftar para pemegang saham perseroan pada tanggal 27 Oktober 2026 dengan total nilai sebesar Rp1,564 triliun, atau setara dengan Rp17 miliar per saham,”

kata Jeffrey dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Rabu, 28 Oktober 2026.

Saldo Laba Ditahan

Bursa Efek Indonesia (BEI). (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Lalu para pemegang saham juga menyetujui, penggunaan saldo laba ditahan perseroan berdasarkan laporan keuangan auditan per 30 Juni 2026.

Iklan

Setelah Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027, serta perubahan anggaran dasar mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka dana sebesar Rp2 triliun akan digunakan sebagai cadangan operasional dan pengembangan BEI.

“Setelah disetujuinya RKAT 2027 dan anggaran dasar oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk digunakan sebagai dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan sesuai ketentuan Pasal 26 Ayat 2 POJK 13 tahun 2026, yaitu sebesar Rp2 triliun,”

jelasnya.

Proyeksi Laba 2027

Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024).
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.)

Jeffrey mengatakan, untuk tahun depan BEI memproyeksikan laba bersih mencapai Rp563,9 miliar atau naik 22,76 persen dibandingkan RKAT revisi 2026.

“Perseroan memproyeksikan laba bersih tahun 2027 sebesar Rp563,9 miliar atau meningkat 22,76 persen dibandingkan RKAT 2026 revisi,”

tuturnya.

Sedangkan dari posisi keuangan total aset Perseroan diproyeksikan menjadi Rp9,12 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp7,66 triliun. Perseroan juga menganggarkan total belanja investasi sebesar Rp670 miliar atau meningkat 161,82 persen pada tahun depan.

“Untuk mendukung pengelolaan infrastruktur dan pertumbuhan bisnis ke depan,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.