Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Ada Momentum Harga Minyak Naik, Bahlil Warning Pemegang Konsesi Blok Migas

Momentum harga minyak dunia yang sedang naik dan kebutuhan global yang tinggi menjadi peluang pemilik Blok Migas untuk selesaikan POD.

Bahlil: Gara-gara Minyak Ketegangan Terjadi Antar Negara
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, saat pidato di Pembukaan Forek Hulu Migas di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026. (sumber: Youtube Kementerian ESDM)

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, melayangkan peringatan keras kepada para kontraktor dan pemegang konsesi migas yang belum juga merealisasikan proyek mereka.

Mengingat momentum harga minyak dunia yang sedang naik dan kebutuhan global yang tinggi, Bahlil meminta agar lapangan yang telah menyelesaikan Plan of Development (POD) segera dieksekusi.

​”Jadi kepada Bapak, Ibu yang sudah memegang konsesi, sudah selesai POD, tapi belum jalan-jalan, saya meminta untuk segera dieksekusi, mohon bantuannya,”

kata Bahlil dalam pembukaan Forek Migas 2026 di Jakarta, dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.

​Tak Sanggup, Serahkan ke Negara

Pengeboran sumur BNG-079 di Struktur Benuang, Lapangan Adera, Sumatera Selatan. (Sumber: Dok. Pertamina Drilling)
Pengeboran sumur BNG-079 di Struktur Benuang, Lapangan Adera, Sumatera Selatan. (Sumber: Dok. Pertamina Drilling)

Bahlil menegaskan, apabila para pemegang konsesi merasa tidak sanggup untuk menjalankan proyek tersebut, lebih baik hak pengelolaan dan konsesi tersebut diserahkan kembali kepada negara.

Iklan

Pemerintah, kata Bahlil, nantinya akan mengalihkan pengerjaan tersebut kepada pihak lain yang lebih serius, termasuk melibatkan Pertamina.

​”Kalau tidak mampu, serahkan konsesi itu kepada negara, nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan, termasuk Pertamina. Sekalipun Pertamina punya negara, saya tidak meminta untuk kalian kerjanya lambat, harus cepat,”

tutur Bahlil.

​Peluang Tingkatkan Lifting

Di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, percepatan pelaksanaan proyek yang telah memperoleh persetujuan PoD menjadi hal penting untuk meningkatkan produksi minyak nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Bahlil memaparkan, pada tahun 2025 yang menandai tahun pertama masa jabatannya sebagai Menteri ESDM di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, target lifting dapat tercapai sebesar 605.000 barel.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.