Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Adik Prabowo Ungkap Rp10.000 Triliun Ekonomi RI Tak Tercatat, Kenapa?

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Hashim S. Djojohadikusumo.
Foto: Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Hashim S. Djojohadikusumo (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim S. Djojohadikusumo menilai ekonomi Indonesia jauh lebih besar dari angka yang sebenarnya. Menurutnya, masih ada sekitar Rp10.000 triliun aktivitas ekonomi Indonesia belum tercatat.

Hashim mengatakan, penyebab tidak tercatatnya aktivitas ekonomi lantaran banyaknya transaksi sehari-hari yang dilakukan tanpa kwitansi. Berdasarkan data Bank Dunia, kegiatan ekonomi RI yang tidak tercatat mencapai 40 persen.

“Ternyata ekonomi kita 30 persen sampai 40 persen tidak tercatat. Itu berarti ada kurang lebih Rp10.000 triliun yang tidak tercatat,”

kata Hashim dalam acara Rapimnas Kadin di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Pilihan EditorAnisa Aulia

IHSG Ditutup Amblas 3,49 Persen, Rupiah Menguat Rp18.137 per Dolar AS

Hasim mengatakan, untuk produk domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini tercatat sekitar Rp 25.000 triliun.

Iklan

Sehingga, dengan itu dinilai ukuran ekonomi Indonesia sebenarnya lebih besar dari yang tercermin dalam angka PDB resmi.

Adik Presiden Prabowo Subianto ini mencontohkan, dia biasa memanggil jasa potong rambut ke apartemennya selama sebulan sekali.

Namun, dalam transaksi pembayaran keduanya dilakukan tanpa kwitansi.

Hashim menilai transaksi semacam itu terjadi dalam jumlah besar, termasuk pada usaha sehari-hari masyarakat, seperti warung tegal dan salon kecantikan.

“Saya biasanya tukang rambut datang ke tempat saya sekali sebulan, dia dia charge fee upah dan upah itu saya bayar tanpa kwitansi, dan tanpa kwitansi, PPN 11 persen tidak dipungut, dan ternyata istri saya ada tukang pijat namanya Yanti, juga datang sekali dua minggu, kalau saya sekali sebulan, dan Yanti itu juga tidak berikan kuitansi dan tidak dipungut 11 persen,”

jelasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar