Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Bahlil Warning Anak Buah Soal Lelang Migas: Ada yang Main Bawah Tangan Kita Selesaikan

Bahlil juga sempat melayangkan peringatan keras kepada para kontraktor dan pemegang konsesi migas yang belum juga merealisasikan proyek.

Bahlil Saat Pembukaan Forek Hulu Migas 2026 di Jakarta (Youtube Kementerian ESDM)
Bahlil Saat Pembukaan Forek Hulu Migas 2026 di Jakarta (Youtube Kementerian ESDM)

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, memberikan peringatan tegas kepada jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas agar proses lelang dan tender blok-blok migas baru dilakukan secara terbuka dan transparan tanpa ada praktik culas di bawah tangan.

​Bahlil menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika masih mendapati oknum-oknum yang bermain-main dalam proses perizinan maupun tender blok migas.

​”Saya kasih tahu sama Bapak, Ibu semua, tolong kalau masih ada yang main-main di Dirjen Migas, masih ada main cara-cara di bawah tangan, masih ada nekat-nekat, kasih tahu sama saya. Saya selesaikan Pak Dirjen ini,”

kata Bahlil dalam pembukaan Forek Migas 2026 di Jakarta, dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.

Era Kongko-kongko Harus Ditinggalkan

PT Elnusa Tbk (ELSA) mengoptimalkan potensi sumur minyak dan gas bumi (migas) di field Cepu. (Sumber: Elnusa)
PT Elnusa Tbk (ELSA) mengoptimalkan potensi sumur minyak dan gas bumi (migas) di field Cepu. (Sumber: Elnusa)

​Ia menekankan bahwa era kongko-kongko atau praktik tidak transparan sudah harus ditinggalkan.

Iklan

Pemerintah juga berkomitmen untuk memberikan prioritas pengelolaan kepada pihak-pihak yang benar-benar serius dan memiliki komitmen tinggi dalam mengerjakan proyek migas.

​”Kita mau transparan, kita mau cepat, dan siapa yang paling berhak mengerjakan adalah diberikan prioritas kepada orang yang serius untuk mengerjakan,”

tuturnya.

Momentum Harga Minyak Naik

Sebelumnya, Bahlil juga sempat melayangkan peringatan keras kepada para kontraktor dan pemegang konsesi migas yang belum juga merealisasikan proyek mereka.

Mengingat momentum harga minyak dunia yang sedang naik dan kebutuhan global yang tinggi, Bahlil meminta agar lapangan yang telah menyelesaikan Plan of Development (POD) segera dieksekusi.

​Jadi kepada Bapak, Ibu yang sudah memegang konsesi, sudah selesai POD, tapi belum jalan-jalan, saya meminta untuk segera dieksekusi, mohon bantuannya,”

ujar Bahlil.

​Bahlil menegaskan, apabila para pemegang konsesi merasa tidak sanggup untuk menjalankan proyek tersebut, lebih baik hak pengelolaan dan konsesi tersebut diserahkan kembali kepada negara.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.