Harga minyak dunia turun pada Kamis, sejalan dengan pelaku pasar mencermati upaya diplomatik terbaru di Asia Barat untuk mencegah kemungkinan dimulainya kembali serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Dilansir dari Economic Times pada Kamis, 29 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent turun menjadi US$114,40 per barel pada awal perdagangan Asia, setelah naik lebih dari 1 persen pada sesi sebelumnya. Lalu, West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1 persen menjadi US$102 per barel.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios pada Rabu bahwa para mediator sedang bertukar pesan antara kedua belah pihak. Namun, Trump mengaku belum yakin apakah perundingan tersebut akan berhasil.
Iklan
Meskipun mengalami penurunan pada Kamis, harga minyak Brent telah naik 11 persen bulan ini, mencapai level tertinggi sejak April seiring berlanjutnya konflik tersebut. Kenaikan harga minyak telah memberikan tekanan pada konsumen dan mempersulit bank sentral mengendalikan inflasi.
The Fed Tahan Suku Bunga
Ilustrasi The Fed. (Sumber: Unsplash/Joshua Hoehne)
Federal Reserve (The Fed) AS mempertahankan suku bunga pada pekan ini, sementara pelaku pasar tampaknya memperkirakan para pembuat kebijakan akan kembali memperketat kebijakan moneter pada Desember.
Trump telah berulang kali mengisyaratkan bahwa operasi militer terhadap Teheran dapat dilanjutkan kembali setelah pemungutan suara dalam pemilihan sela AS, yang dijadwalkan pada 3 November, kemungkinan bersama Israel.
Associated Press melaporkan bahwa para pejabat AS telah meminta beberapa negara Asia Barat dan sekutu regional untuk bersiap menghadapi aksi militer baru setelah pemilihan sela tersebut.
Tambah Ketidakpastian Pasar
Kekhawatiran akan meningkatnya serangan Houthi, dan kemungkinan serangan AS terhadap Iran setelah pemilihan telah menambah ketidakpastian di pasar minyak.
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman menyatakan, telah menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok tersebut ke arah wilayah timur Arab Saudi pada Kamis dini hari. Konflik antara kedua belah pihak terus berlanjut, tanpa ada tanda-tanda akan mereda.
Kelompok Houthi Saat Berada di Ibu Kota Yaman (Sumber: BBC)
Pasukan pemerintah Yaman menyatakan bahwa Houthi menyerang Bandara Aden pada Rabu. Serangan tersebut terjadi sehari setelah kelompok itu mengklaim telah menargetkan kilang minyak terbesar Arab Saudi di Ras Tanura menggunakan rudal.
Serangkaian serangan tersebut menandai eskalasi konflik terhadap Arab Saudi, produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah AS. Otoritas Arab Saudi belum segera mengonfirmasi laporan mengenai serangan terhadap fasilitas tersebut, yang memiliki kapasitas pengolahan 550.000 barel per hari.
Sementara itu, para mediator dari Qatar telah mengajukan draf usulan baru kepada Iran untuk mengakhiri perang yang melibatkan AS dan Israel, menurut seorang pejabat yang mendapat informasi mengenai negosiasi tersebut.
Namun, seorang pejabat senior Iran menolak usulan tersebut, dengan menyebutnya sebagai gagasan yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dianggap sebagai tawaran.