Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Adik Prabowo soal Narasi Indonesia Gelap Dibebani Utang: Itu Bohong!

Hashim mengatakan data IMF dan Bank Dunia rasio utang Indonesia berada di angka 40 persen hingga 41 persen terhadap PDB.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan saat peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar Partai Gerindra di Jakarta, Senin (8/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/foc)
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan saat peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar Partai Gerindra di Jakarta, Senin (8/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/foc)

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo menepis anggapan bahwa Indonesia berada dalam ancaman krisis, karena dibebani utang yang berat.

Hashim menyebut, narasi yang beredar di media sosial terkait utang Indonesia tidak benar. Menurutnya, berdasarkan data International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia utang Indonesia termasuk yang paling rendah di dunia.

“Banyak yang persoalkan utang negara. Indonesia gelap karena Indonesia dibebani utang. Ternyata itu bohong. Ya ini maaf ya di sosial media itu banyak bohong. Menurut IMF dan Bank Dunia utang negara kita termasuk yang paling rendah di dunia, itu kenyataan,”

kata Hashim dalam Rapimnas Kadin Jumat, 30 Oktober 2026.

Ratio Utang RI Aman

Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Adik Presiden Prabowo Subianto ini mengatakan, berdasarkan data IMF dan Bank Dunia rasio utang Indonesia berada di angka 40 persen hingga 41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Iklan

Sedangkan rasio utang Malaysia sebesar 61 persen terhadap PDB, Vietnam sebesar 57 persen, Thailand sebesar 54 persen, Amerika Serikat sebesar 120 persen, Jepang 250 persen terhadap PDB, China 268 persen terhadap PDB.

“Ini adalah kekuatan kita, utang negara termasuk utang pemerintah dan utang swasta Itu 40 persen, 41 persen ini menurut IMF dan Bank Dunia,”

katanya.

Data Kemenkeu

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) utang pemerintah mencapai Rp10.293,69 triliun per Juni 2026 atau 41,26 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah itu naik Rp373,27 triliun atau 3,76 persen dibandingkan posisi Maret 2026 yang sebesar Rp9.920,42 triliun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menjelaskan, rasio utang terhadap PDB sebesar 41,26 persen, dari batas aman 60 persen dari PDB.

Untuk utang pemerintah itu terdiri dari dua jenis yakni Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman. Mayoritas utang itu didominasi oleh instrumen SBN.

Bila dirinci, utang yang berasal dari instrumen SBN sebesar Rp8.966,79 triliun atau 87,11 persen. Sedangkan dari pinjaman sebesar Rp1.326,90 triliun atau 12,89 persen.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.