Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Rupiah melemah sebesar 0,06 persen ke Rp18.147 per dolar AS, dan IHSG melemah sebesar 0,80 persen ke 5.057.
Berdasarkan data perdagangan sore ini nilai tukar negara Asia yang melemah hanya rupiah. Sementara nilai tukar negara Asia lainnya menguat diantaranya Yuan Tiongkok (CNY) sebesar 0,08 persen, Ringgit Malaysia (MYR) menguat sebesar 0,09 persen.
Kemudian Baht Thailand (THB) menguat sebesar 0,15 persen, Peso Filipina (PHP) menguat sebesar 0,17 persen, Dolar Singapura (SGD) naik sebesar 0,20 persen.
Iklan
Lalu Rupee India (INR) sebesar 0,23 persen, Yen Jepang (JPY) menguat sebesar 0,29 persen, dan Won Korea (KRW) menguat sebesar 0,55 persen per dolar AS.
Sentimen Rupiah
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah berasal dari aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa di Indonesia. Kondisi ini membuat ketidakpastian ekonomi Indonesia semakin bertambah.
“Ketegangan politik yang terus berlanjut di tengah aksi protes mahasiswa di berbagai kota besar sejak awal Oktober menjadi salah satu faktor yang menambah ketidakpastian ekonomi Indonesia,”
kata Ibrahim dalam laporannya Jumat, 30 Oktober 2026.
Ibrahim menyebut, aksi demonstrasi tersebut mencerminkan adanya ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk penanganan kebakaran hutan, persoalan lingkungan, serta penggunaan anggaran negara untuk berbagai program pemerintah.
“Oleh karena itu, perkembangan politik ini perlu diperhatikan karena stabilitas politik memiliki hubungan erat dengan kepercayaan investor dan kondisi perekonomian nasional,”
tuturnya.
Selain itu, kekhawatiran dinilai Ibrahim semakin meningkat jelang pengumuman data inflasi Oktober 2026. Data inflasi menjadi perhatian pelaku pasar karena inflasi yang tinggi dapat mempengaruhi keputusan Bank Indonesia dalam menentukan suku bunga.
Saham Melemah
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye)
Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp11,4 triliun dengan melibatkan 37,4 miliar saham dalam 1,1 juta kali transaksi. Sebanyak 187 saham naik, 81 tidak bergerak, dan saham turun sebanyak 523.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) melemah sebesar 10 persen ke Rp162
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) melemah sebesar 10 persen ke Rp108
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) melemah sebesar 9,89 persen ke Rp82
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp503,49 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp164,50 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp155,86 miliar